Ovaana

Halo Kak dan semuanya, maaf banget mengotori lapak ini, aku izin promosi cerita yaa...
          -
          -
          "Kali ini kamu tidak akan pernah benar-benar bisa lepas dariku lagi, Evelyn. Sekalipun statusmu saat ini sudah bertunangan dengan laki-laki lain. Aku tidak peduli," ucapnya dengan penekanan di akhir kalimat, matanya berkilat tajam seperti seorang predator-siap memangsa siapa pun.
          
          "Jangan harap! Aku... tidak akan pernah sudi!" kata-katanya begitu tajam dan menusuk. Ia bangkit dari ranjang, mengambil beberapa helai pakaiannya.
          
          "Sekalipun di dunia ini hanya tinggal tersisa satu pria, dan itu kamu. Aku lebih memilih untuk tidak menikah seumur hidup. Jadi enyahlah dari hadapanku." Evelyn berjalan ke arah kamar mandi, dan membanting pintu itu.
          
          -
          -
          -
          Evelyn Anne Spencer Howard dibesarkan dengan kehormatan dan tuntutan nama keluarga bangsawan yang melekat pada dirinya. Ia pernah menyerahkan hatinya pada Carel, lelaki yang dulu ia percaya akan menjadi masa depannya-hingga segalanya runtuh dan hanya menyisakan luka.
          
          Ia berjanji takkan lagi berurusan dengan Carel. Namun takdir memaksa mereka bertemu kembali.  Carel datang bukan dengan penyesalan, melainkan dengan sebuah misi berbahaya dan cara-cara licik untuk memastikan Evelyn tak bisa menolak. Ancaman dan manipulasi perlahan menjeratnya, memaksanya masuk ke dalam dunia yang selalu ia hindari.
          
          Di antara perasaan yang belum sepenuhnya padam dan kebencian yang ingin ia genggam erat, Evelyn terjebak pada permainan mantan yang dulu ia cintai. Dan semakin ia berusaha melawan, semakin ia sadar-cinta dan paksaan bisa berjalan beriringan, meninggalkan luka... atau mungkin, membuka jalan menuju kebenaran yang tak pernah ia duga.
          
          https://www.wattpad.com/story/397395581?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=story_info&wp_page=story_details_button&wp_uname=Ovaana

Fahmianwaarr

Hallo, ini Biya. Khaliluna Anbiya. 
          Gadis lapuk di awal 30-an tahun yang masih enggan melepas masa lajangnya.
          
          Siapa peduli kalau orang-orang menyebutnya perawan tua? Mereka bahkan tak segan-segan menjadikan Biya sebagai pusat bisik-bisik dan perhatian.
          
          Tapi bagi Biya semua itu nggak penting. Toh gadis yang sudah menginjak umur kepala tiga itu selalu berprinsip "Selagi gue bahagia, persetan sama omongan orang."
          
          Begitulah sekiranya keyakinan teguh yang selalu Biya pegang. Lagipula nggak ada yang salah dari hidupnya. Lajang itu bukan AIB. Lajang jaman sekarang itu trendi. Right?
          
          Tapi kehidupan Biya yang terbilang aman dan bebas hambatan itu seketika jungkir balik saat Om Bagas memintanya mengisi posisi sekretaris menejer baru yang sekarang tengah kosong.
          
          "Aargh! JINGGA SIALAN!"
          
          .
          
          Askara Jingga. Bujang. 27 tahun. Songong, sombong, minus etika - dan anggap saja bisu. Tipikal bos-bos rese yang hobi menyiksa bawahan. Selalu sengit tiap kali menatap keberadaan Biya.
          
          Bagi lelaki blesteran Korea dan setengah surga itu, sosok Biya sudah seperti sumber dari segala macam masalah dan kesialan.
          
          "Kalau kamu manusia yang punya etika, kamu pasti tau namanya hukum timbal balik."
          
          Sial! Apalagi yang bisa Biya lakukan untuk mengembalikan hidupnya ke posisi semula - terbebas dari segala keruwetan ini? Kalau sepanjang hari dia harus berurusan dengan makhluk minus etika seperti Askara Jingga?
          
          Dibaca dulu gess..
          Pelan-pelan, tarik napas..
          Simpang di daftar bacaan..
          Tungguin notifikasi update..
          Siapa tau suka :)
          
          https://www.wattpad.com/story/234309515-ending-choice