.
Tangannya tergenggam, pipinya merona, matanya berbinar melihat kepada satu arah. Dengan senyuman dia berkata "terimakasih untuk hari ini, aku sangat senang" jawabnya dengan nada lembut nan riang
"Sama-sama, kalau aku tidak mengajakmu ke tempat ini siapa tau apakah ada orang yang bisa membuatmu sesenang ini" balas sang pria dengan senyum lebar mengarah padanya.
Muka sang pria tidak terlihat jelas atau mungkin karena langit sore sangat terang hingga menutupi wajahnnya. Namun dia sangat yakin bahwa sang pria sedang tersenyum bahagia menatap indah parasnya.
"Sebenarnya aku ingin mengatakan sesuatu..." dengan sigap sang pria menggenggam kedua tangannya dan tentu saja hatinya tidak bisa menahan semua detak yang salimg berlomba untuk menabuh genderang di jantungnya.
"Apakah kamu mau menjadi pacarku?" Tanya sang pria dengan penuh harap kepadanya. Dengan bingung disertai wajah memerah seperti kepiting rebus, dia bingung, apa yang harus ia jawab.
"Aku....." sebelum menyelesaikan jawabannya terdengar suara berisik kelontang kelonteng seperti musik yang dimainkan saat barongsai beraksi.
TENGG TERERENG TENG TENG!!!!!
Dia menutup matanya dan membuka kembali matanya.
"Ah... ternyata mimpi.... kapan aku punya pacar". Dia terbangun dari mimpi indahnya dan mematikan alarmnya. Dengan muka lesu dan penuh putus asa, dia kembali kedalam tidurnya dan menarik selimut untuk menutup rasa malunya.
Selamat hari jomblo.