Hujan malam menambah resah
Hati sepi sejak kau tiada
Semakin hari semakin rindu
Biarpun badan terpisah jauh
Bagai patah tak tumbuh lagi
Bagai hilang tidak berganti
Bagai terbawa separuh diri
Bersama pergimu yang tak kembali
Bukanlah gurauan
Bukan sekadar
Mainan perasaan
Apa yang tersurat
Itu yang tersirat
Namun ku rela
Dalam doaku
Ku sebut nama mu
Tenanglah dikau sayangku
Aku bagai musafir lalu
Menyusulmu sudah lah tentu
Di sana kasih kekal abadi
Suci dan kudus janji Ilahi
#musafirrindu
RamliSarip
Hujan malam menambah resah
Hati sepi sejak kau tiada
Semakin hari semakin rindu
Biarpun badan terpisah jauh
Bagai patah tak tumbuh lagi
Bagai hilang tidak berganti
Bagai terbawa separuh diri
Bersama pergimu yang tak kembali
Bukanlah gurauan
Bukan sekadar
Mainan perasaan
Apa yang tersurat
Itu yang tersirat
Namun ku rela
Dalam doaku
Ku sebut nama mu
Tenanglah dikau sayangku
Aku bagai musafir lalu
Menyusulmu sudah lah tentu
Di sana kasih kekal abadi
Suci dan kudus janji Ilahi
#musafirrindu
RamliSarip
Tuai padi antara masak
Esok jangan layu-layuan
Intai kami antara nampak
Esok jangan rindu-rinduan
Anak Cina pasang lukah
Lukah dipasang di Tanjung Jati
Di dalam hati tidak ku lupa
Sebagai rambut bersimpul mati
Batang selasih permainan budak
Daun selasih dimakan kuda
Bercerai kasih talak tiada
Seribu tahun kembali juga
Burung merpati terbang seribu
Hinggap seekor di tengah laman
Hendak mati di hujung kuku
Hendak berkubur di tapak tangan
Kalau tuan mudik ke hulu
Carikan saya bunga kemboja
Kalau tuan mati dahulu
Nantikan saya di pintu syurga
#gurindamjiwa
HamzahHussein
WandlyYazid
Sepasang mata itu
Menjadi jendela hati kamu
Walau terlihat siluet kasih rindu
Tersirat gerimis di retak hati itu
Panahan mata itu
Tidak terkesima seperti dulu
Tiada lagi penantian
Yang ada hanyalah menapak, mengorak langkah
Di setiap terbitnya mentari
Haii senyum
Moga rumputmu terus menghijau
Hingga kita dipertemukan kembali
Masih banyak jawapan belum sempat ditanyakan
Masih ada kalimat kata yang ternanti untuk didengar
Ketika terhenti detikan jarum penantian
Terpasung dirinya dalam kabus persoalan
Berdamai Sang Helang dengan memori patah
Walau sesekali nostalgia itu menyinggah
Tidak dihirupnya berkali-kali
Sedia berhadapan dengan luka yang mendatang
Kerana luka yang dikirim menjadikannya kuat setabah kini
Terus terbang menghirup udara segar setiap hari
Menikmati hari yang cerah dan berwarna, mendung dan gerimis silih berganti
Wahai kalbu, berhentilah bertanya dan bertelingkah
Kamu tidak mampu mengubah sejarah
Masa tidak mungkin kan kembali
Maafkanlah diri kamu dan dirinya yang semalam
Beristirehatlah...
Wajarkah menjadi Sang Helang
Yang terbang tinggi dan terus tinggi lagi
Mengabaikan Sang Gagak yang menggigit
Semakin tinggi semakin sukar gagak bernafas
Lalu terjunam menjejak tanah dengan sendiri
Ignore User
Both you and this user will be prevented from:
Messaging each other
Commenting on each other's stories
Dedicating stories to each other
Following and tagging each other
Note: You will still be able to view each other's stories.