listen to me. aku paham banget perasaan kamu sekarang. been there, done that. bahkan, aku masih sering ngalamin hal yang sama. rasanya kayak dunia nyuruh kamu buat jadi ‘the responsible one’ setiap saat, padahal kamu juga manusia, bukan mesin y bisa trs jalan tanpa istirahat.
aku juga pernah ada di fase kayak kamu—ujian numpuk, tugas nggak ada habisnya, trs somehow aku kejebak di kepanitiaan y super ribet. aku cape, aku kurang tidur, dan tiap buka hp, isinya orang minta bantuan. sampai di titik aku nanya ke diri sendiri: ‘ini hidup aku atau hidup orang lain y aku jalanin?’
tapi akhirnya aku sadar, nai. kita nggak bisa ngebahagiain semua orang kalau kita sendiri hancur. kamu nggak harus jadi ‘the strong one’ terus-menerus. kamu juga punya batas. dan batas itu penting buat dijaga, biar kamu nggak burnout.
aku tahu kamu orangnya bertanggung jawab, kamu nggak suka ninggalin kewajiban. tapi ingat, tanggung jawab terbesar kamu itu ke diri sendiri dulu. kamu nggak salah kalau kamu kasih diri kamu waktu buat napas. kamu nggak egois kalau kamu bilang ‘nggak bisa’ ke hal-hal yang udah di luar kapasitas kamu.
so, here’s what you do: stop sejenak. ambil jeda. fokusin energi kamu ke y paling penting. ujian? yes, itu prioritas. tugas? kerjain y paling urgent dulu, jgn maksa harus sempurna semua. acara kampus? kalau memang gak bisa dihindarin, minimal atur waktu biar kamu tetap punya space buat diri kamu sendiri. kamu boleh sibuk, tapi jangan sampai sibuknya bikin kamu lupa sama diri sendiri.
dan satu lagi, nai. kamu gak sendirian. kalau kamu butuh venting, aku di sini. kalau kamu perlu bantuan nyari solusi, aku siap bantu mikir. kamu gak harus through this alone. just take it one step at a time, okay sweetheart?