"Kalau kau sedang ingin pegang-pegang karena putus asa, mendingan pijat sekalian..."
"Hm...," Zac mengedikkan bahu, mungkin ia berpikir, ya sudahlah daripada menganggur, atau semacamnya. Aku melenguh nyaman saat Zac duduk di atas bokongku dan mulai mengurut pelan punggungku.
"Wedding vow-nya sangat indah...," katanya.
"Ya...," anggukku, pijatan Zac amat nyaman.
"Jeremiah memintaku membaca sebelum memutuskan itu akan menjadi wedding vow-nya...."
"Oh ya? Kenapa Tulip tak memintaku membaca punyanya?" aku menggerutu.
"Aku tak tahu...," jawab Zac
Jantungku kembali berhenti bekerja. Mataku terbelalak membola. Ini tidak normal, pikirku. Sambil berbisik, Zac menindih punggungku dan berbicara tepat di dekat telingaku. Pahanya melebar, bagian depan pinggangnya ada di bokongku sehingga aku bisa merasakan bahwa kejantanannya menegang. Aku masih mencoba mencerna apa yang terjadi ketika Zac menelangkup tubuhku, dia menyelipkan lengannya di bawah ketiakku dan membelit. Pada satu titik, aku merasa ia sedikit meremas payudaraku.
"Zac...?"
"Hm...?"
"Apa yang kaulakukan?"
Baca first f-ck night Zac dan sahabatnya di wedding night sahabat mereka dalam cerpen THINGS YOU SHOULDN'T DO WITH YOUR BESTFRIEND cuma di KARYAKARSA.
Jangan salahin gue kalau lu ikutan deg2an dan terangsang.
Link di bio wattpad