XereniaQueen

Judul: Let The Flowers Tell Truth
          Genre: Mystery-Horor
          Sinopsis:
          
          "Aku menggunakan bunga sebagai perantara kisahku."
          
          Kalimat tersebut memang mewakili seluruh perjalanan balas dendam Valerie Yuestrina kepada orang-orang yang pernah menyakitinya dulu sewaktu ia masih hidup.
          
          Mata dibayar mata, begitu pula nyawa dibayar nyawa. 
          
          Kalian bisa baca disini! 
          
          https://www.wattpad.com/story/223236363?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=story_info&wp_page=story_details_button&wp_uname=XereniaQueen&wp_originator=M3OP2JqZhu9PHZ3W%2B96BmMLV6%2BU%2FcQnu2xOISRLW5DiUdF043R7suMM%2BrDwZrZBnaKWqo59Pxk2%2BZWp0sqPmb8K7rqnOZuIlC7wo5JoB9I69bwCo7vPRpHWpGjS3vQuU

reniar15

Aku bertopang dagu, menatap lurus tepat ke manik jernihnya yang dibalut soflens biru. Sangat penasaran dengan reaksinya. "Dua minggu lagi gue mau nikah."
          
          Sedetik kemudian gumpalan tisu mendarat mulus di pelipisku. "Garing bangsat!" Raya tersenyum meremehkan, kembali menyuapkan supnya yang tersisa setengah.
          
          "Gue serius." Ucapku sungguh-sungguh. "Gue juga udah kenalan kok sama calon laki gue, orangnya cakep." Lanjutku sembari mengacungkan ibu jari.
          
          Raya menyemburkan kuah supnya. Cewek berambut ikal itu batuk-batuk, wajahnya merah padam. Aku diam saja walau dia belingsatan mencari air minum yang sebenarnya berada tepat di depan wajahnya.
          
          Kali ini Raya berdiri__menggebrak meja, membuat kegaduhan. "Maksud lo apa hah?! Ngomong mau nikah pake muka seserius itu?! Dasar bocah!" Tunjuknya kurang ajar. Ku tepis telunjuknya kasar, jika tadi Raya melempar gumpalan tisu yang mengenai pelipisku, kali ini aku melemparkan kotak tisu yang berhasil menubruk keningnya. Raya meneriakan namaku dengan tidak manusiawi, membuat beberapa pengunjung menoleh tak suka ke arah kami. Aku meringis, sedikit membungkuk meminta maaf pada mereka.
          
          
          
          Kepoin ceritanya di
          https://my.w.tt/fc3b0hvC15
          
          Sankyuuuu♡

reniar15

https://my.w.tt/WUpX3Tywr0
          Kepoin ceritanya yuk kak;))
          
          Ini kutipan ceritanya...
          
          "Kenapa lo gak mau jadi cewek gue dan lebih milih dikurung digudang hah? Lo gak tahu banyak yang ngantri pengen jadi cewek gue?!"
          
          Tentu saja aku tahu. Tapi siapa yang peduli? "Kalo banyak yang ngantri kenapa lo ngebet banget pengen gue jadi cewek lo?" Jawabku sensi.
          
          Ckk dia berdecak kesal. "Kalo gue maunya lo ya lo!" Dia menunjukku. Ku tepis telunjuknya kasar semoga saja sampai keseleo.
          
          "Jadi cewek gue!"
          
          "Nggk!"
          
          "Jadi cewek gue!"
          
          "Nggk!"
          
          "JADI CEWEK GUE KAREN!" Kali ini dia berteriak.
          
          "OGAH!!" Aku balas berteriak.
          
          Kami sama-sama terengah. Aku mendelosor duduk di atas lantai kemudian mengeluarkan cermin kecil yang selalu kubawa. Merapikan rambutku santai.

Dark_Peppermint-_-

Hai, Kak, jika berkenan baca ceritaku yuk!
          
          Mahda
          
          Mahda itu gadis pemalu berambut keriting yang tampak mengembang. Bahkan ada cowok iseng yang memanggilnya sebagai Kapten Hook.
          
          Mahda itu jauh dari kata populer. Tapi suatu hari cowok yang diam-diam ia suka sejak awal kelas sepuluh mengetahui keberadaannya. Melalui sebuah cara yang tidak biasa, membuat gadis itu malah tak lagi punya muka untuk bertemu si pujaan hati---Dean.
          
          Namun di lain kesempatan ia bertemu seorang pemuda bernama Bing yang terus sok akrab karena mengira dirinya bisu. Si konyol yang juga mengingatkan dirinya akan sebuah mimpi masa lalu. Tingker Bell yang selalu setia membantu Kapten Hook yang kesukaran.
          
          Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Apa yang akan terjadi saat Bing tahu bahwa Mahda tidak bisu?
          
          https://www.wattpad.com/story/192451961-mahda