tin_lovatin
Link to CommentCode of ConductWattpad Safety Portal
Izin promosi, Kak.
"Maaf, ke meja outdoor, Bu?" Aku memastikan.
"Iya, ada satu meja di bawah pohon sana. Pokoknya antar saja ke sana. Ada lelaki yang pakai baju kemeja hitam polos, dia yang pesan."
"Oh." Mulutku membulat. Mungkin teman Bu Dini. "Cuma kopi Vietnam drip, Bu? Tidak pesan kekasihnya?"
Bu Dini tersenyum lebar sehingga aku dan Fiesta kembali bertukar pandang. "Tenang, dia tidak punya kekasih, jomlo akut. Eh, dia malah melarang orang lain untuk punya kekasih. Apa tidak sakit tuh orang?"
Aku dan Fiesta tersenyum mendengar celotehan Bu Dini.
"Ya sudah, cepat buatkan, ya. Tolong antarkan ke sana. Ingat, harus Sallu yang mengantarkan, jangan yang lain. Aku mau balik ke atas dulu."
"Baik, Bu." Hanya itu yang kukatakan sebelum Bu Dini berlalu dan menaiki tangga.
Dengan cepat, dibantu oleh Fiesta, aku membuat dua gelas Vietnam drip. Kalau kopi Vietnam drip sih tekniknya manual, aku sangat ahli membuatnya. Setelah selesai, aku langsung keluar dan menuju meja yang dimaksud dengan nampan berisi dua gelas Vietnam drip.
"Harus ditambahkan ini gajiku," gerutuku. Selain jadi barista, terkadang aku jadi pramusaji dadakan di sini.
Di bawah pohon, di sebuah meja, ada seorang lelaki yang mengenakan kemeja hitam polos. Ya, aku menemukan orang itu. Dia sedang bersandar di punggung kursi dengan ponsel di tangan. Pandangannya sepertinya tertuju ke jalan. Dia sendirian, lalu mengapa memesan dua gelas kopi? Apakah dia sedang menunggu seseorang?
"Ini pesanannya. Dua gelas kopi Vietnam drip." Kuturunkan dua gelas kopi dari nampan. "Tanpa kekasih," lanjutku setelah gelas berada di atas meja kayu.
"Iya, terima ka ...."
Ya Tuhan, suara itu! Aku langsung mengangkat wajah. Pandanganku tertuju pada pengunjung tersebut. Kutemukan sorot mata itu. Jantungku pun berdegup kencang. Andaru Deem? Astaga, kusebut nama si berengsek itu dalam hati!
https://www.wattpad.com/story/303419623-andanan-coffee