Kumpulan puisi reflektif tentang doa, kehilangan, rindu, kritik sosial juga tentang jiwa yang belajar bertahan di tengah sunyi dan juga jiwa belajar untuk tumbuh untuk tetap bangkit dan menjadi versi diri yang terbaik. Setiap bait adalah ruang jeda-untuk menerima, mengikhlaskan, dan pulang pada diri sendiri.
- Pemalang, Jateng
- JoinedMarch 2, 2023
Following
Sign up to join the largest storytelling community
or
Haii guys..ada publikasi puisi terbaruu☺️Tentang bagaimana jika luka justru menjadi tempat pulang paling nyaman?Sebuah puisi tentang keterlenaan, kehilangan, dan hati yang terlalu setia pada hal-ha...View all Conversations
Stories by Tri Astuti
- 11 Published Stories
Noda yang Kupeluk
1
0
1
Bagaimana jika luka justru menjadi tempat pulang paling nyaman?
Sebuah puisi tentang keterlenaan, kehilangan...
Saat Hidup Menjadi Angka
1
0
1
nilai manusia yang diukur dengan angka (uang), menjadikan hidup perlahan kehilangan makna.
Terjebak dalam hit...
Seindah Itu...Sesakit Itu
8
0
2
Cinta itu indah, tapi tetap perlu batas-
karena tidak semua yang kita peluk akan menghindarkan kita dari sebu...