Untuk Kamu yang Pernah Membaca Ceritaku...
Hai, kamu.
Yang pernah tersenyum, menangis, marah, atau jatuh cinta bersama Harzi dan Kirani.
Yang pernah menyebut nama mereka seolah mereka nyata,
dan mungkin… sampai hari ini, masih ingat rasanya.
Maaf ya, aku sempat hilang.
Bukan karena lupa. Bukan karena berhenti.
Tapi karena dunia nyata kadang terlalu bising.
Dan aku... sempat kehilangan suara.
Tapi malam ini, aku duduk.
Aku mengingat kalian.
Kalian yang pernah bilang,
“Cerita ini menyentuh aku.”
“Karakter ini seperti aku.”
“Kok bisa sih nulis sampai serasa nyata gini?”
Aku ingat semuanya.
Dan itu yang bikin aku bertahan.
Terima kasih,
karena pernah menyayangi karakter-karakter yang lahir dari hati aku.
Terima kasih,
karena membuat aku merasa berguna di hidup orang lain… tanpa aku sadari.
Aku nggak tahu kapan akan benar-benar kembali.
Tapi aku janji,
cerita-cerita ini belum selesai.
Karakter-karakter itu masih hidup—di kepala, di hati.
Dan suatu hari nanti,
aku akan duduk lagi, dan mengetik lagi…
untuk kamu yang masih menunggu.
Dari aku,
penulis yang sedang berusaha menemukan semangatnya kembali.
Terima kasih sudah mencintaiku, bahkan saat aku diam.
— [tueday-eve]