Kamu pikir itu mudah? Kamu pikir aku tidak ingin berlari ke arahmu? Tapi karena memang disini terdapat penghalang, penghalang yang memang membuat kita sama sama tak berdaya. Aku tahu kamu merasa khawatir karena memang kita berada di dalam tembok yang berbeda. Tapi ketika kita sama sama keluar dari tembok itu nantinya, kamu akan melihat jika harapan yang pernah kita nantikan tidak akan berakhir sia sia. Tidak ada orang lain yang bisa menulis takdir kita, karena kamu adalah milikku. Dimanapun kamu berada kamu akan selalu menemui bayang bayang ku. Itu terserah kita, ketika orang lain membicarakan bagaimana seharusnya kita. Bagaimana jika kita menulis ulang takdir saja? Sebuah takdir yang hanya terdapat dunia milik kita.
—Anna, life after breakup 2025.