vivilia_febrina

vivilia_febrina

_MyEnemyILoveYou_
          
          
          "I miss you my cousin"
          
          Cellistin velicia navriell
          
          • • •
          
          Melihat itu Celli langsung berlari dan...
          
          Brukk.. 
          
          Ia memeluk cowok itu dari samping. Cowok itu pun terkejut dan langsung menatap Celli.
          
          "Celli lo kok bisa ada di sini" kata cowok itu spontan. Yaps cwok itu adalah Ryan Alveno Navriell sepupu kesayangan plus sahabat Celli.
          
          "Yayan, Cecel kangen"Lirih Celli
          
          Seluruh penghuni kantin pun menatap sinis Celli atas perlakuannya kepada Ryan yang notaben nya sebagai Most wanted di SMA JayaBakti.
          
          "Dihh najiss gue liatnya"
          
          "Iss kenapa bebeb Ryan mau di peluk gtu sihh"
          
          "Dasar bitch"
          
          "Awas aja lo ya udh berani peluk-peluk Ryan"
          
          Banyak sekali cibiran-cibiran dari para Siswa-siswa yang ada di kantin itu tapi Celli tidak mempedulikan cibiran mereka.
          
          "Lohh kalian saling kenal?"Tanya Adellyn bingung.Celli hanya tersenyum dan mengangguk pertanda iya.
          
          "Yan gue kangen lo, lo gak kangen gue"Tanya Celli sambil memayunkan bibirnya dan itu sangat menggemaskan bagi Ryan.Ryan pun mengelus pipi Celli sambil tersenyum.
          
          "Gue juga kangen lo,Cell bay the way lo kok gak kasih tau gue kalo lo itu balik ke indo sihh"Tanya Ryan dengan wajah cemberut.
          
          "Kayak nya mereka udah kenal lama deh.Kok rasanya aku gak suka ya liat mereka pelukan kayak tadi"Gumam adellyn dalam hati.
          
          "Maaf gue lupa"Kata Celli dengan rasa bersalah.
          
          "Memang udh nasip gue kayaknya selalu di lupain semua orng"Kata Bryan langsung memalingkan wajahnya.
          
          "Maaf. Bukannya gitu lo tau kan apa yang telah menimpa keluarga gue, please ngertiin gue yan please!"Kata Celli dengan mata berkaca-kaca.
          
          Bryan pun menangkup wajah Celli dan membawa Celli kepelukannya.
          
          "Iya-Iya gue bercanda kok masa gak boleh bercanda sama sepupu gue sendiri, udah-udah jangan nangis ya dong nanti makin jelek lohh"Gurau Bryan.
          
          "Oo jadi mereka sepupuan huftt lega gue"Gumam Adellyn lega
          
          "Thanks yan"balas Cilla
          
          
          
          
          

ahmadsaputa

KegateLan
          Suda d up...
          Part 36 (My secrets...)
          Khusus part 36 Semua umur boleh baca part ini 
          
          Cuplikan adegan Ali  dan Sisy:
          
          "Satu lagi, gua benaran gak mau lu dekat-dekat sama cowok bernama King itu! Gua rasa lu tau kan lu harus apa? Jauhi dia Sisy Queen Dirga!"
          
          "Tapi....," suara Sisy tertahan melihat rahang Ali yang kembali mengeras.
          
          "Cukup gua Sisy, lu cuma harus memikirkan itu,"
          
          Sisy tertegun mengalihkan matanya tidak lagi melihat Ali. Menjauhi Kak King itu sama saja seperti menjauhi kakaknya sendiri.
          
          Maaf aku gak bisa Li, dia yang kubutuhkan saat ini. Dia yang tau segala luka dan penderitaanku dulu.
          
          Ali melihat diamnya Sisy seakan gadis itu melawan perkataannya.
          Ali menarik dagu lancip Sisy memaksanya melihat ke arahnya, wajah Ali tidak lagi bersahabat, "Jangan pernah berfikir untuk melanggar apa kata gua karena gua gak suka di bantah,"
          
          
          
          Bagi siapa saja yg sudah cukup umur dn mau membaca cerita ini boleh klik tulisan biru di ⬇ ini :
          
          https://my.w.tt/zwfGzB1WY2
          
          

blbyla

Wajahnya, suaranya, tatapannya, menghipnotis Laurel yang saat itu hanyalah wanita yang belum mengenal cinta.
          
          Sebut saja pria itu, Axel.
          Pria bagaikan malaikat, tapi sayangnya, hatinya melebihi iblis.Menumbuhkan janin dalam rahim Laurel tanpa dia sadari.
          Setelahnya, Axel pergi dan menikah dengan wanita lain, yang jelas jelas hanya obsesinya.
          
          Bagaimana Laurel seterusnya?
          -feedback dm-
          
          Yuk baca! :)
          https://www.wattpad.com/story/181410558