Berlin menajamkan netranya. "Lo nggak mungkin ACC pengajuan cuti dia kalo nggak tau alesannya, Se. Bohong lo aneh."
"Gue ACC dia karena tiga tahun ini dia workaholic mampus, kalo. Jatah cuti nggak pernah dipake. Lembur nggak pernah ngeluh. Gue bahkan mau berbaik hati ngasih dia keringanan buat masuk siangan aja kalo lagi nggak ada project." Sean menghela napas panjang sambil memijat pelipisnya.
Di seberang meja, Maura mulai terlihat tertarik. Persis seperti reporter yang baru mencium aroma skandal.
"Oke, sekarang gue yang penasaran sama lo, Lin," kata wanita itu sambil meletakkan ponsel. "Kenapa sih, lo kayak emak yang kehilangan anaknya? Wajar kali Glen mau healing dari orang-orang kayak lo semua. Gue kalo jadi dia, udah dari jaman Jepang gue kabur."
Masalahnya bukan karena Berlin nggak percaya dengan segala alasan Glen pergi sementara waktu. Masalahnya karena wanita itu memang sedang mencari sesuatu untuk dipercaya.
Dia... takut Glen menjauh karena hal yang buruk.
[PART 16 "ALL THAT REMAINS UNSAID" TELAH UPDATE YAA, PEEPS. LET'S CHECK IT OUT!!]