TERMS AND CONDITIONS
Juwita percaya bahwa segala sesuatu harus memiliki perhitungan.
Sebagai Finance Manager, ia terbiasa bekerja dengan angka, laporan, risiko, dan keputusan yang tidak selalu menyenangkan. Baginya, sebuah proyek yang besar tidak berarti apa-apa jika margin tidak masuk akal, pembayaran tidak jelas, dan dokumen tidak lengkap. Juwita tidak mudah percaya pada janji—apalagi janji yang tidak memiliki bukti di atas kertas.
Renjani percaya bahwa kesempatan tidak datang dua kali.
Sebagai Commercial Manager, ia hidup di antara target, tender, negosiasi, customer, dan deadline. Baginya, terlalu banyak berpikir hanya akan membuat kesempatan berpindah kepada kompetitor. Renjani tahu bagaimana memenangkan klien, tetapi tidak selalu tahu bagaimana menghadapi seseorang yang terus mengatakan, "Gak bisa di-approve."
Terlebih ketika orang itu adalah Juwita.
Finance ingin memastikan semuanya aman.
Commercial ingin memastikan semuanya berjalan.
Semakin sering mereka berhadapan, semakin sulit membedakan mana yang sekadar urusan pekerjaan dan mana yang mulai terasa personal.
Mungkin memang semua hubungan membutuhkan terms and conditions.
Hanya saja, tidak ada satu pun yang pernah mengajarkan mereka apa yang harus dilakukan ketika terms and conditions itu mulai melibatkan perasaan.