@vyatta_ Hi Kak, maaf baru lihat ini. Kalau soal pertimbangan, pasti ada banyak, Kak. I've been living in a society that pushes me to be the "normal" standard that the world should be. Jadi, aku putusin untuk nggak lanjutin draft itu karena I'm too young juga 7 tahun lalu buat berani speak up about something like this. But as time goes by, I see the world changing, and society tends to be more open about something like this. Jadi, aku berharap ini jadi sebuah penanda bahwa banyak hal-hal hebat di luar yang mungkin perlu usaha dan juga perjuangan ekstra, tapi kalau akhirnya itu bahagia diri kita, semua itu worth all the sacrifice. Dan ini dia, lahirlah Ananta Sandhyakala, yang semoga bisa jadi teman perjalanan siapa saja yang sedang berusaha untuk nggak menyangkal rasa yang tumbuh di hati, ya walaupun itu artinya melawan arus dan banyaknya tatapan yang nggak akan setuju karena dirasa berbeda.