sakit bgt disini, ternyata seumur hidupku semua ingatan itu gbs ilang. aku memang udah ga marah, ga benci, ga dendam, tapi sakit banget. tambah sakit denger teriakan ku sendiri ternyata sepilu itu. kenapa abg sama abak keroyokan nyakitin aku? keluarga aku ini retak abg, jauh lebih parah dari hancur, aku harus nahan semua sisi biar ga melebur. dan bertahan itu jauh lebih sulit dari kalah. dan bisa-bisa nasibku udah semalang ini aku jatuh cinta sama kamu, sedalam ini, setelah aku sadari kamu ternyata pola yang sama dari abakku. aku pengen bisa buang kamu abg, aku pgn lupain kamu, karena sakit bgt abg, sakit bawa kamu untuk terus hidup. setelah rasanya aku disiksa sama dunia dari lahir sampai sebesar ini, ujung ujungnya aku autoimun abg, aku gabisa sembuh. kenapa aku harus menanggung takdir kejam atas kelalaian kalian memperlakukan aku? aku gabisa sembuh seumur hidup abg, aku bakal nanggung rasa sakit ini sampai mati, semua perih itu skrg berpindah ke tubuh ku. setiap autoimun ini kambuh aku bakal buta sebelah mata, abg kamu sanggup ga jadi aku? aku mau mati rasanya abg, aku yakin Tuhan bakal kabulin itu kalo aku minta langsungg. tapi aku blm bahagiain diriku, aku belum nembus kemalangan salwa dari masa kecilnya. aku juga pengen bahagia sebelum mati, aku pengen melindungi tubuhku. walaupun setiap harinya sekarang aku semakin hancur.