Hai! Gimana kabarnya 2026 ini? Aku mungkin belum sempat menulis cerita baru, dan cerita lama pun belum tentu mau aku lanjutkan (keburu jijik)
Selama ini aku fokus belajar gambar, mau jadi ilustrator, soalnya mataku lapar akan keindahan visual hehe
Jika aku merasa sudah cukup, mungkin akan ada saatnya aku kembali ke sini, membawakan apa yang selama ini aku pelajari
Siapa tau kalian di masa depan masih akan kebagian melihat naskahku yang semoga saja sudah berkembang, ditambah sampul indah yang aku ciptakan sendiri. (Well aku memang sedang mempersiapkan naskah sih)
Akhir-akhir ini agak sedih rasanya melihat kebanyakan penulis lebih memilih menggunakan AI untuk sampulnya. Bahkan mungkin ada juga yang menggunakan AI untuk membuat naskahnya. Semoga kita selalu berkarya menggunakan hasil kerja keras kita sendiri ya. Novel itu adalah karya seni bercerita, dan begitu pun dengan ilustrasi. Hanya saja cara penyampaiannya berbeda. Penulis dan ilustrator itu sama. Sama-sama menuangkan idenya pada ruang polos yang bisa mereka isi sesuka hati mereka.
Ya, aku ngga bisa memaksa semua penulis untuk stop menggunakan AI di sampulnya. Tapi setidaknya, ingat ya kalau novel sudah naik cetak, sampulnya harus ori, dibuat dengan cinta tangan ilustrator. Hargai kerja keras ilustrator yang bertahun-tahun belajar menggambar sama seperti para penulis yang mati-matian belajar bercerita. Mau bagaiamana pun juga, karya yang dihasilkan dari proses, dedikasi dan kerja keras manusia itu lebih berharga daripada sesuatu yang dibuat berdasarkan hanya duduk dan menyuruh komputer membuat seuatu.
Have a nice day-!