Aku kira Azril akan menepati janjinya, dan aku terus mengira ia akan selalu begitu. Tapi siapa yang percaya ucapan anak usia 14 tahun. Janji mungkin kapan saja bisa dikhianati tapi aku tetap memegang terus hal yang mustahil akan terjadi. Semenjak kehilangan kaki kiriku dan perginya Azril ke ibu kota yang meninggalkan banyak tanya, aku selalu ketaman kota. Menjejakkan sebelah kakiku sepanjang senja di dalam hidupku. Bukankah manusia tidak memikirkan logikanya saat jatuh cinta?
Tertari dengan kisah Amira dan Azril? Ayo kepoin
https://www.wattpad.com/story/234442455
Ignore User
Both you and this user will be prevented from:
Messaging each other
Commenting on each other's stories
Dedicating stories to each other
Following and tagging each other
Note: You will still be able to view each other's stories.