saycyyys

Haloo kak, salam kenal:)
          Kakak suka baca Teenfiction?
          Kalau berkenan, kakak bisa mampir buat baca cerita aku:)))
          
          https://www.wattpad.com/story/223823739?utm_medium=link&utm_content=story_info&utm_source=android
          
          —Sinopsis—
          
          Lia Hartman
             "Cewek berisik yang tidak akan berhenti mengusik Rayan."
          
          Rayan Alaric
             "Cowok pendiam yang benci sepi."
          
          •••••
          
          Rayan itu pendiam tapi benci sepi.
          Cowok overthinking yang tidak suka siapapun mencampuri urusannya.
          
          Rayan bukan paling merasa bisa melakukan semuanya sendiri, dia hanya mencoba dan berusaha melakukan semuanya sendiri.
          
          Rayan tidak ingin menjadi beban, tidak ingin di anggap lemah, juga Rayan tidak ingin kecewa.
          
          Kesalahan pertama yang Rayan lakukan adalah, membiarkan Lia Hartman mengusik hidupnya semakin jauh dengan cara berbeda.
          
          Kedua, Rayan rela melucuti harga dirinya, menyingkirkan ego demi mengemis kata ‘Tolong.’ kepada seseorang yang selama tujuh tahun terakhir menjadi seseorang yang paling Rayan benci. 
          
          Berkorban dengan merelakan.
          Berjuang untuk mempertahankan.
          
          “Maaf. Untuk semuanya.”
          
          
          A F T E R E V E R
          ——
          
          Semoga suka:)
          Terimakasih, kak. Sudah mampir

sepatumerah674

Hallo, ini Biya. Khaliluna Anbiya. 
          Gadis lapuk di awal 30-an tahun yang masih enggan melepas masa lajangnya.
          
          Siapa peduli kalau orang-orang menyebutnya perawan tua? Mereka bahkan tak segan-segan menjadikan Biya sebagai pusat bisik-bisik dan perhatian.
          
          Tapi bagi Biya semua itu nggak penting. Toh gadis yang sudah menginjak umur kepala tiga itu selalu berprinsip "Selagi gue bahagia, persetan sama omongan orang."
          
          Begitulah sekiranya keyakinan teguh yang selalu Biya pegang. Lagipula nggak ada yang salah dari hidupnya. Lajang itu bukan AIB. Lajang jaman sekarang itu trendi. Right?
          
          Tapi kehidupan Biya yang terbilang aman dan bebas hambatan itu seketika jungkir balik saat Om Bagas memintanya mengisi posisi sekretaris menejer baru yang sekarang tengah kosong.
          
          "Aargh! JINGGA SIALAN!"
          
          .
          
          Askara Jingga. Bujang. 27 tahun. Songong, sombong, minus etika - dan anggap saja bisu. Tipikal bos-bos rese yang hobi menyiksa bawahan. Selalu sengit tiap kali menatap keberadaan Biya.
          
          Bagi lelaki blesteran Korea dan setengah surga itu, sosok Biya sudah seperti sumber dari segala macam masalah dan kesialan.
          
          "Kalau kamu manusia yang punya etika, kamu pasti tau namanya hukum timbal balik."
          
          Sial! Apalagi yang bisa Biya lakukan untuk mengembalikan hidupnya ke posisi semula - terbebas dari segala keruwetan ini? Kalau sepanjang hari dia harus berurusan dengan makhluk minus etika seperti Askara Jingga?
          
          Dibaca dulu gess..
          Pelan-pelan, tarik napas..
          Simpang di daftar bacaan..
          Tungguin notifikasi update..
          Siapa tau suka :)
          
          https://www.wattpad.com/story/234309515-ending-choice