wulankenanga

BEFORE WEDDING SUDAH TERBIT!!!
          	
          	Teman-teman, apabila ada yang mau koleksi novel saya dalam bentuk fisik, bisa beli BEFORE WEDDING di Gramedia maupun toko oren, ya. Kalau kesulitan bisa DM saya. Terima kasih :)
          	
          	https://www.wattpad.com/story/204094849

wulankenanga

[UPDATE] Please, Say Yes to My Fiancee
          
          Alovia tidak langsung membalas pesan itu. Dia menenangkan hatinya, meredakan emosinya. Dia tidak ingin emosinya merusak hubungan mereka. Maka, dia mencoba berpikir jernih. Morgan sudah sering seperti ini, bedanya Morgan akan mengajak Alovia ke kantor untuk membetulkan kekacauan yang ada.
          “Server lagi bermasalah. Harus ke kantor,” kata Morgan di awal-awal mereka bersama. “Kita tidak jadi makan siang bareng. Tidak apa-apa?” Saat itu, Morgan sudah tiba di rumah Alovia. Dia datang dan membatalkan rencana.
          Dengan wajah kecewa, Alovia mengangguk.
          “Artinya apa ini? Tidak apa-apa atau ada apa-apa?” tanya Morgan.
          “Tidak apa-apa.”
          “Yakin?”
          “Alovia kembali mengangguk.”
          Morgan menyunggingkan senyumnya. Dia menyentuh kepala Alovia, lalu berkata, “Kau ikut ke kantor, ya. Kita bisa pesan makanan dan makan di sana. Mau?”
          
          https://www.wattpad.com/story/411747690

wulankenanga

UPDATE!!
          
          Alovia tidak langsung membalas pesan itu. Dia menenangkan hatinya, meredakan emosinya. Dia tidak ingin emosinya merusak hubungan mereka. Maka, dia mencoba berpikir jernih. Morgan sudah sering seperti ini, bedanya Morgan akan mengajak Alovia ke kantor untuk membetulkan kekacauan yang ada.
          “Server lagi bermasalah. Harus ke kantor,” kata Morgan di awal-awal mereka bersama. “Kita tidak jadi makan siang bareng. Tidak apa-apa?” Saat itu, Morgan sudah tiba di rumah Alovia. Dia datang dan membatalkan rencana.
          Dengan wajah kecewa, Alovia mengangguk.
          “Artinya apa ini? Tidak apa-apa atau ada apa-apa?” tanya Morgan.
          “Tidak apa-apa.”
          “Yakin?”
          “Alovia kembali mengangguk.”
          Morgan menyunggingkan senyumnya. Dia menyentuh kepala Alovia, lalu berkata, “Kau ikut ke kantor, ya. Kita bisa pesan makanan dan makan di sana. Mau?”
          
          https://www.wattpad.com/story/411747690

wulankenanga

[UPDATE] 
          
          Alovia mendapatkan payment untuk novel yang akan diadaptasi menjadi film. Dia sibuk meeting dengan pihak LayarKaca Production dan juga Renjana Media. Entah sudah berapa kali dia meeting via online maupun offline. Alovia diajak berdiskusi mengenai isi cerita dan juga mengenai karakter. Tentu, tim LayarKaca Production sudah melakukan casting dan Alovia tidak ikut serta memilih, sebab dalam sebuah adaptasi, tentunya akan sedikit berbeda dengan novel yang Alovia tulis.
          	Hari ini, Alovia kembali meeting. Tim produksi berkata, Alovia diminta untuk mengobrol dengan tim setting lokasi syuting. Nantinya, syuting akan dilakukan di Surabaya. Mereka sedang mencari rumah untuk bagian utama film ini.
          
          https://www.wattpad.com/story/411747690

wulankenanga

[UPDATE] Sejak bersama Morgan, Alovia selalu berkirim pesan mengenai apa pun padanya. Mulai dari hal-hal kecil, hingga hal-hal besar. Tentu, Alovia ingin memberitahu Morgan bahwa dia sudah tanda tangan kontrak dengan rumah produksi LayarKaca dan ingin mentraktir Morgan — meskipun dia belum menerima pembayaran, Alovia tetap menginginkan hal itu.
          
          https://www.wattpad.com/story/411747690