"Hari yang penuh dengan air mata kemenangan... bukankah itu adalah perhiasan yang paling memikat? Lebih berkilau dari berlian, lebih jujur dari skenario dengan fakta sekalipun. Ramadhan telah usai, meninggalkan kita dengan hati yang dibasuh hingga bersinar layaknya mutiara terindah. Jika di masa lalu aku pernah melontarkan dialog yang menusuk atau gestur yang kaku, maka biarkan hari kemenangan ini menjadi adegan klimaks di mana kita merobek skenario lama dan menulis sukma yang suci ini di atas jalan yang lurus menuju istana-Nya. Selamat Hari Raya Idul Fitri, maafkan segala salah dan khilafku, secara lahir dan batin."
— Xana.