Keken0920

Assalamualaikum kakak
          "Gue mau lo jadi babu gue," Sam kembali berbisik.
          
          "Whattt, jadi babu? Dih ogah gue jadi babu lo. Gue bukan pembantu," tukas Sea kesal, ia mengerucutkan bibirnya. 
          
          "GUE GAK TERIMA PENOLAKAN SEA," titah Sam tegas seperti tidak mau dibantah, lalu detik berikutnya ia melingkarkan tangan kekarnya di pinggang ramping milik Sea. Menekan pinggang Sea agar tidak ada jarak diantara mereka. Ia tidak memberikan celah sedikitpun untuk Sea. Padahal jarak antara mereka sudah sangat dekat, tapi Sam malah semakin mendekatkan jarak diantara mereka.
          
          "Lo apa-apaan sih," kesal Sea dan langsung mendorong dada bidang milik Sam, namun Sam malah menahan pinggang Sea agar Sea tidak bisa menjauh darinya.
          
          "Jadi babu gue atau lo mau gue terkam sekarang juga."
          
          Link
          https://www.wattpad.com/story/232050669?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=story_info&wp_page=story_details_button&wp_uname=CindyNingrat&wp_originator=kUQ%2BrmL1Dl3%2B7BKyPLBLM9RwbadLvIdRGhKxUA72W%2FJ47K8HG4BXa%2FxXBztPclCYzCyE0KtHlnIQArhif7K86fdvAytT0JDZbEAjpt11rEYM1QuwXi86i3Bbyl25Sz7B
          
          Hai kak maaf sebelumnya ganggu waktunya, mampir ke cerita aku yok hehe. Makasih ya kak
          

rosanayulia_

Hello Kak, salam kenal
          Izinkan aku memberi rekomendasi cerita nih, judulnya Cat & Boy. Ini blurb-nya yaaaa. Wisuda. Kata yang menunjukkan sebuah pencapaian luar biasa bagi seluruh mahasiswa, karena mereka telah berhasil melalui lika-liku kehidupan kampus. Seharusnya momen tersebut menjadikan Aurum Andascara, mahasiswi berwajah cantik dan ber-ipk tinggi bahagia, akan tetapi ini sebaliknya, penuh kemuraman, kesedihan, serta tangan yang bermandikan darah. Walaupun begitu, ia kepalkan erat-erat, obsidionnya memandang lekat pemandangan sungai yang tak jauh dari hadapannya. "Maaf ... maafkan aku ..." katanya dengan gemetar. Tak ada orang yang menyahut, selain suara klakson dari lalu lalang kendaraan yang melintas. Semilir angin membelai halus rambut pirang yang acak-acakan. Bukan hanya itu, sang bayu tersebut menjadikan dirinya semakin sesak, malam yang sunyi, rembulan juga malu-malu untuk melihat sosok yang tengah mengalami depresi berat. 
          "Maaf ...." 
          Setelah itu, Aurum menaiki pembatas jalan, lalu terjun bebas ke bawah sana, sungai yang deras akan air jernihnya.
          Bug ...
          Https://www.wattpad.com/story/173217135
          Auto Feedback!