NurwandaAckerman
Maaf ngotorin wallnya hehe, mampir dulu yuk:)
"Jangan ngambek lagi, gue nggak suka liat lo ngambek sama gue, Ki. Lo tau kan, kalo gue sayang banget sama lo," ucap Nathan dengan kedua tangannya berada dipipi gadis itu, mengelusnya dengan kedua jempolnya.
"Sayang seperti apa yang Nathan kasih ke Kirei?"
"Gue sayang banget sama lo sebagai 'Sahabat' gue," jawab Nathan dan gadis itu langsung memeluk tubuh Nathan dengan erat, mentenggelamkan kepalanya didada Nathan, yang berbalut hoodie polos berwarna abu-abu.
Link :
https://www.wattpad.com/story/251037222?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_reading&wp_page=reading&wp_uname=KepinRafael&wp_originator=ahZ8WMTQLGCw0WQg1vMRVomfizUEoEpZ6eowNZHkSTquDJuzaNMm77tgwu7GYjMtOHJgs4YGAihW7AwMEnU1obKf%2FPp3vLLCxlx9vDDAu8F0oLZU8SQGFJXvh4n2aezY
oreureu
Makasih yah udah beri dukungan buat cerita DENA sampe ke bab ini ❤️❤️
widuri_89
Hallo, ini Biya. Khaliluna Anbiya.
Gadis lapuk di awal 30-an tahun yang masih enggan melepas masa lajangnya.
Siapa peduli kalau orang-orang menyebutnya perawan tua? Mereka bahkan tak segan-segan menjadikan Biya sebagai pusat bisik-bisik dan perhatian.
Tapi bagi Biya semua itu nggak penting. Toh gadis yang sudah menginjak umur kepala tiga itu selalu berprinsip "Selagi gue bahagia, persetan sama omongan orang."
Begitulah sekiranya keyakinan teguh yang selalu Biya pegang. Lagipula nggak ada yang salah dari hidupnya. Lajang itu bukan AIB. Lajang jaman sekarang itu trendi. Right?
Tapi kehidupan Biya yang terbilang aman dan bebas hambatan itu seketika jungkir balik saat Om Bagas memintanya mengisi posisi sekretaris menejer baru yang sekarang tengah kosong.
"Aargh! JINGGA SIALAN!"
.
Askara Jingga. Bujang. 27 tahun. Songong, sombong, minus etika - dan anggap saja bisu. Tipikal bos-bos rese yang hobi menyiksa bawahan. Selalu sengit tiap kali menatap keberadaan Biya.
Bagi lelaki blesteran Korea dan setengah surga itu, sosok Biya sudah seperti sumber dari segala macam masalah dan kesialan.
"Kalau kamu manusia yang punya etika, kamu pasti tau namanya hukum timbal balik."
Sial! Apalagi yang bisa Biya lakukan untuk mengembalikan hidupnya ke posisi semula - terbebas dari segala keruwetan ini? Kalau sepanjang hari dia harus berurusan dengan makhluk minus etika seperti Askara Jingga?
Dibaca dulu gess..
Pelan-pelan, tarik napas..
Simpang di daftar bacaan..
Tungguin notifikasi update..
Siapa tau suka :)
https://www.wattpad.com/story/234309515-ending-choice
oreureu
Seneng banget deh sama kamu karena vote cerita aku terus. Makasih yah....
Jangan lupa vote bagian lain yah kalo gak keberatan.
*Astaga aku gak tau diri banget °^°
RachelNanda1
Hidup Berlina awalnya bahagia-bahagia saja. Namun layaknya sebuah sihir, hidup Berlina berubah dengan seketika. Pengkhianatan, kebohongan, semua itu harus Berlina telan.
"Kalau dia nggak cemburu, itu artinya dia nggak punya rasa sama lo."
Perkataan itu adalah awal dari segalanya. Awal dari semua rasa sakit yang diderita Berlina. Awal dari kehancuran pada hidup Berlina. Hidup Berlina hancur seketika.
Yuk baca kisah Berlina, siapa tau aja kamu suka^^
https://my.w.tt/UiNb/qKTRVNOlX7
oreureu
Makasih udah menyukai cerita aku :3