yanlors

Hujan, halte, dan dua orang yang tidak pernah benar-benar bermusuhan, meski selalu saja ada yang diperdebatkan.
          	
          	Hari itu Risa pulang dengan payung biru tua milik seseorang yang sudah lebih dulu berlari kehujanan. Dan entah bagaimana, mereka berdua berakhir di halte yang sama, menunggu bus yang tak kunjung datang, ditemani dingin dan aroma petrichor.
          	
          	Tidak ada yang istimewa. Atau mungkin ada, hanya saja tidak ada yang mau mengakuinya.
          	
          	https://www.wattpad.com/story/411266996-petrichor-taka%27s-ficlet
          	
          	Hai guys, lama tidak ketemu! Apa kabar?
          	Jangan lupa mampir di cerita pendekku yaa, selamat membaca~

yanlors

Hujan, halte, dan dua orang yang tidak pernah benar-benar bermusuhan, meski selalu saja ada yang diperdebatkan.
          
          Hari itu Risa pulang dengan payung biru tua milik seseorang yang sudah lebih dulu berlari kehujanan. Dan entah bagaimana, mereka berdua berakhir di halte yang sama, menunggu bus yang tak kunjung datang, ditemani dingin dan aroma petrichor.
          
          Tidak ada yang istimewa. Atau mungkin ada, hanya saja tidak ada yang mau mengakuinya.
          
          https://www.wattpad.com/story/411266996-petrichor-taka%27s-ficlet
          
          Hai guys, lama tidak ketemu! Apa kabar?
          Jangan lupa mampir di cerita pendekku yaa, selamat membaca~

yanlors

Hi, karena alasan pribadi dan tidak bisa ku jelaskan di sini akhirnya aku memutuskan untuk menghapus seluruh ceritaku. 
          
          Aku mengucapkan terimakasih kepada teman teman pembaca semua yang sudah memberikan waktunya dengan membaca dan memberikan dukungan untuk tulisanku. 
          
          Hhehehe, aku baik-baik saja dan dalam keadaan sehat. Semoga di waktu ke depan kita bisa bertemu dengan tulisanku yang baru lagi yaa, terima kasih!