Lu_readmind

Permisi mau promosi. Siapa tahu kakak mau mampir ke ceritaku. 
          Judul : Through the Light
          Penulis : Lutvia Rahayu 
          https://www.wattpad.com/story/413008958-through-the-light
          —---------potongan cerita—-------------
          "Boleh duduk sini?" tanya ku. 
          Dia malah mengangkat bahunya, matanya tak lepas melihatku. 
          "Kok gitu sih, aku ganggu ya?" Sengaja suara ku dibuat-buat seperti laki-laki manis yang penuh kasih sayang. "Sendirian aja?" 
          Dia mengerucutkan bibirnya yang menggemaskan itu, semakin ingin aku merasakan manisnya bibir glossy itu. Dia kembali mengangkat bahu. 
          "Tapi kamu bisa ngomong kan? diajakin ngomong masa diem aja, nggak sopan tahu." Aku memberikan smirk  yang disukai cewek-cewek.  
          Di belakangku mulai terdengar suara-suara kecil yang minta untuk foto bersama.
          "Kakak ayo foto!" Teriak sebuah suara yang aku kenal, "KAKAK AYO…," teriakannya makin kencang. 
          Kak Jullie kenapa sih? 
          Dengan dramatis pandangan ku berpindah pada bidadari cantik yang duduk berhadapan dengan ku. 
          Kakak?
          Otak ku seperti kesetrum. 
          “Soraya Lestari Bachtiar, kamu mau darah tinggi ibu naik lagi?” 
          Sora berdecak kesal, "Sora mau di sini aja bu, ini lagi nemenin Om." 
          Om? 
          F***ck... 
          Pait banget idop ini.

Salindri66

Hallo, ini Biya. Khaliluna Anbiya. 
          Gadis lapuk di awal 30-an tahun yang masih enggan melepas masa lajangnya.
          
          Siapa peduli kalau orang-orang menyebutnya perawan tua? Mereka bahkan tak segan-segan menjadikan Biya sebagai pusat bisik-bisik dan perhatian.
          
          Tapi bagi Biya semua itu nggak penting. Toh gadis yang sudah menginjak umur kepala tiga itu selalu berprinsip "Selagi gue bahagia, persetan sama omongan orang."
          
          Begitulah sekiranya keyakinan teguh yang selalu Biya pegang. Lagipula nggak ada yang salah dari hidupnya. Lajang itu bukan AIB. Lajang jaman sekarang itu trendi. Right?
          
          Tapi kehidupan Biya yang terbilang aman dan bebas hambatan itu seketika jungkir balik saat Om Bagas memintanya mengisi posisi sekretaris menejer baru yang sekarang tengah kosong.
          
          "Aargh! JINGGA SIALAN!"
          
          .
          
          Askara Jingga. Bujang. 27 tahun. Songong, sombong, minus etika - dan anggap saja bisu. Tipikal bos-bos rese yang hobi menyiksa bawahan. Selalu sengit tiap kali menatap keberadaan Biya.
          
          Bagi lelaki blesteran Korea dan setengah surga itu, sosok Biya sudah seperti sumber dari segala macam masalah dan kesialan.
          
          "Kalau kamu manusia yang punya etika, kamu pasti tau namanya hukum timbal balik."
          
          Sial! Apalagi yang bisa Biya lakukan untuk mengembalikan hidupnya ke posisi semula - terbebas dari segala keruwetan ini? Kalau sepanjang hari dia harus berurusan dengan makhluk minus etika seperti Askara Jingga?
          
          Dibaca dulu gess..
          Pelan-pelan, tarik napas..
          Simpang di daftar bacaan..
          Tungguin notifikasi update..
          Siapa tau suka :)
          
          https://www.wattpad.com/story/234309515-ending-choice