Kami beneran seperti terjebak di pulau tanpa listrik dan kamar mandi nyaman, sejauh itu hanya ada beberapa penduduk asli dan sekurang-kurangnya 5 pengunjung lain selain kami, sebenarnya saya tidak menikmati banget sih karena masih kerasa capek efek kemarin ngantar surat undangan (nasib anak organisasi, harus siap sedia) akhirnya setelah banyak drama saya charger energi, kedepan sendiri pakai alasan mau beli air dingin tapi sampai di tokonya yang kecilnya tuh kecil banget, lebarnya tidak sampai 2m, kalau panjangnya bisalah 3m, itupun disekat 2, tidak ada yang jaga pulak, akhirnya saya ambil sendiri di kotak es itu, konsepnya kantin kejujuran kali, karena malas ke belakang akhirnya saya nyander di kursi, awalnya sih biasa saja sampai saya lihat ada perahu yang lewat isinya 3 makhluk tuhan, ayah, ibu, dan 1 anak perempuan kisaran umur 10-12 tahun lagi berdiri, menyanyi bebas, ayahnya cuma senyum-senyum saja, lucu?? bangeettt, saya jadi kepikiran, dia bahagia? walaupun harus ikut orangtuanya cari ikan? sedang dibelakang mereka pelabuhan kota sibuk banget angkut box kontainer ke kapal raksasa itu, emang dunia sibuk banget ya?? mereka tidak rehat sejenak? nikmati angin sepoi-sepoi, cocacola dingin, birunya air laut, tajamnya karang-karang kecil...