Part 1

6 3 0
                                        


Disatu kelas yaitu kelas XIIA terdengar suara yang sangat gaduh.Dan benar saja dikelas itu sedang terjadi perudungan.Anak yang dirudung itu tidak lain adalah hazel dan elora,orang yang merudung mereka adalah orang yang dikenal sebagai orang paling kaya disekolah itu yang bernama barra.

"Astaga...maafkan aku yah...aku ga sengaja."
(Menumpahkah susu)

Pakaian hazel dan elora kotor dengan cairan susu yang ditumpahkan oleh barra.Hazel dan Elora hanya berlutut sambil menerima kekerasan dari barra dan geng nya.

"Apakah itu menyenangkan?"

Tanya hazel.tentu saja barra dan geng nya terkejut mendengar perkataan hazel

"Apa?menyenangkan?tentu saja...tidak ada hal yang lebih menyenangkan daripada merudung kalian berdua."

Jawab barra.geng barra dan semua orang yang berada disana tertawa terbahak-bahak melihat hazel dan elora tertunduk dan berlutut seperti itu.Hal semacam itu tidak asing lagi bagi orang yang bersekolah disana.

Mereka berdua tidak tahan lagi atas perbuatan barra ke mereka berdua.hazel mencoba untuk bangkit dan melawan barra.hazel berdiri tegak dan mulai berbicara pada barra dengan nada mengancam

"Sejujurnya...aku sudah tak tahan lagi ingin mengucap kan hal ini padamu...kau adalah pencundang."

Ucap nya dengan tatapan marah.

"Apa kau bilang pencundang?lalu bagaimana dengan pencundang ini?(menunjuk elora)

Tentu saja Elora pun bangkit dari duduk nya.

"Aku bukan pencundang...kau yang pencundang."

Elora menjawab barra dengan segan

"Berani nya kalian menjawabku.."

Barra hendak menampar hazel,namun tangan nya ditahan oleh hazel dan digenggam erat-erat oleh hazel sampai kesakitan

"Kau tidak bisa menamparku lagi dengan tangan kotor mu ini"

Ucap hazel dengan mata yang penuh amarah itu

"Lepaskan tangan ku!!"(menjerit kesakitan)

Hazel melepaskan tangan barra sambil mendorong barra dengan keras.

"Dengarkan ini baik baik...kau bisa merudung fisik kami...tapi itu tidak berpengaruh pada mental kami."

Ancam hazel.

"Kau tahu?bahwa orang yang biasa bisa lebih kejam daripada psikopat?"

Tanya elora.semua orang hanya diam saja sekaligus kaget melihat hazel dan elora

"Kau tak tahu rupanya...itu yang kami rasakan saat ini."

Ucap elora dengan senyum licik.mata barra telihat ketakutan dan tangan nya gemetar

"Kenapa kau diam saja?tampar kami...kau pikir kami tidak berkutik?kami mempunyai cukup bukti untuk melaporkan mu."

Ancam hazel.Amarah hazel dan elora sudah melonjak.

"Buk..bukti apa yang kau punyaa?"

Barra gemetar dia benar-benar ketakutan dengan hazel dan elora.

"Tapi sayang sekali...handphone ku tersiram susu oleh mu."(mengeluarkan hp dalam saku)

"Kami punya rekaman cctv,rekaman audio dan masih banyak lagi...dan aku tidak tahu harus mulai darimana."

Jawab hazel sambil mendorong pundak barra dengan dua jari hingga barra terpojok.

"Kau pikir...karena kau dari keluarga VIP bisa melakukan hal apapun?dan kau pikir harta bisa mengubah apapun?tidak...harta hanya sementara...dan uang hanya secarik kertas..."

Ucap hazel memojokan barra.

"Uang memang bisa membeli apa pun...tapi...uang tidak bisa membeli kebahagian...kau tau?"

Hazel benar-benar marah.dia sudah tidak bisa mengendalikan amarah nya.Elora berada disamping barra.

"Kau takut?tapi kami yang selalu ditindas oleh mu tidak merasa takut sedikitpun...karena apa?karena kami bukan pecundang seperti mu."

Elora berbisik ditelinga barra membuat barra semakin takut dan gemetar.

"A..aku..akan..melaporkan kalian ke polisi..."

Barra gemetaran tidak karuan,dia mengeluarkan ponsel nya didalam saku.Tapi hazel membanting ponsel barra dengan kuat kedinding.

Prakkk

Ponsel barra terbelah.

"Aku tidak akan segan memojokkan perudung sepertimu...kau hanya seorang pecundang yang mengatas namakan harta dan tampang."

Hazel semakin dekat dan jarak nya dengan barra hanya beberapa cm

"Dengarkan aku...kau tidak akan merubah apapun terhadap kami...dan kau belum bisa lebih atas dari kami berdua...camkan itu."

Ancam hazel dengan mata melotot

"Hazel...ayo kita pergi dari sini."

Ajak elora.hazel dan elora mengambil tasnya dan pergi tanpa pamit sekalipun.Barra lemas seketika dan jatuh duduk,teman-teman nya membantu barra berdiri.Barra benar-benar takut dengan hazel dan elora.

Sementara hazel dan elora menuju arah pulang dengan seragam yang penuh noda putih susu.

"Kamu ga papa kan?"

Tanya elora.melihat hazel yang begitu marah

"Seharusnya aku yang bertanya padamu...kamu juga ga papa?"

Hazel tanya balik.elora menjawab dengan anggukan lembut dan senyuman yang lebar.

"Lalu bagaimana nasib kita?kita akan menetap disini?"

Tanya elora tentang pindah sekolah.

"Kita pindah saja...kita tidak bisa menetap disini,aku tidak tahan dengan barra,aku akan meminta ayah ku untuk memindahkan kita."

Hazel berbicara tanpa ragu.elora mengikuti perkataan hazel.

"Oh ya...kau menginap lah dirumah ku...ayah dan ibuku sedang berada diluar kota."

Ajak hazel.

"Ok baiklah...kau punya face mask favorit ku kan?"

Tanya elora.elora sangat menyukai face mask milik hazel.

"Tentu saja ada...aku kan stok banyak...barangkali kau menginap dirumah ku."

Jawab hazel.

"Yeahhh...ayo kita pulang!"

Elora menarik tangan hazel dan dengan riang seolah-olah tidak ada yang terjadi.

HAZEL & ELORATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang