Aku selalu merasa tertekan untuk menjadi wanita yang kuat dan mandiri, dan tidak ingin tampak seperti seluruh hidupku hanya berputar di sekitar seorang pria.
Tapi mencintai seseorang dan dicintai sangat berarti bagiku.
Kita selalu mengolok-olok...
"Makasih ya mbaa" kata Jennie sambil memeluk Irene dengan erat
Irene pun membalas pelukannya sambil mengusap rambut Jennie dengan lembut, "Jangan ada nangis-nangisan lagi yaa"
"Harus bahagia selalu pokoknya" lanjut Irene
Jennie melepas pelukannya sambil mengangguk dan tersenyum, "Mba juga yaa yang awet sama Mas Mino nya jangan lupa kasih aku keponakan secepatnya hahah"
Irene tertawa malu sambil memukul lengan Jennie pelan, "Selalu kabarin aku ya kalo ada apa-apa"
Jennie mengangguk dan tersenyum, "Iya mbaa"
Jennie pun beralih memeluk ayah dan eommanya, "Jennie pergi dulu yaa ayah, eommaa.."
Eomma gabisa menahan air matanya sambil menatap wajah Jennie dengan penuh kasih sayang, "Baik-baik yaa disana, jangan lupa makan istirahat yang cukup juga"
Jennie berusaha menahan air matanya dan tersenyum, "Iyaa eomma tenang aja, Jennie bakal jaga diri kok"
"Jangan lupa selalu kabarin ayah ya sayangg" kata ayah sambil mengelus kepala Jennie dengan lembut
Jennie mengangguk dan tersenyum, "Iyaa ayah"
"Hmm kalo gitu Jennie pergi dulu yaa" lanjut Jennie pamit meninggalkan orang tuanya dan Irene di lobby Bandara
Baik orang tua Jennie dan Irene pun melambaikan tangannya sambil tersenyum walaupun dengan mata yang berkaca-kaca.
Jennie udah resign dari kerjaannya sebulan yang lalu dan memutuskan untuk rehat keluar negeri sebelum kembali ke pekerjaan barunya nanti yang entah kapan dan dimana. • • •
Setelah menempuh penerbangan selama kurang lebih 10 jam, akhirnya Jennie sampai dengan selamat di tujuan pada pukul 4 sore.
Setelah mengambil koper, Jennie dengan cepat berjalan keluar pintu kedatangan bandara. Dari kejauhan Jennie dapat melihat sosok pria yang dia rindukan selama ini sedang menunggu kedatangannya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Walaupun tertutup masker dan menggunakan topi, Jennie langsung mengenali kalo pria itu adalah pacarnya.
Jennie tersenyum dan langsung berlari menghampiri Jaehyun untuk memeluknya. Jaehyun langsung mengeratkan pelukannya, "Miss you jen"
"Miss you too jae.." bales Jennie yang mencoba menahan air matanya tapi akhirnya gagal juga
Jaehyun melonggarkan pelukannya untuk menatap Jennie, "Hey kok nangis sih?"
Jaehyun langsung menghapus air mata di pipi Jennie, "Kenapaa?" tanya Jaehyun mencoba menenangkan Jennie
Jennie menggeleng sambil tersenyum, "Seneng akhirnya bisa ketemu kamu lagi setelah 4 bulan"