chapter 2

28 6 15
                                        

"Oke, pertama² ekhem, asslamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, perkenalan aku angelia sabila A, asal sekolah dari smp aray national high school, hobi main bola, alasan masuk sini, karna angel harus masuk sekolah milik marga aray, saat angel sd pun angel sekolah di sd satuan aray high school, angel sendiri gak tau kenapa harus sekolah milik marga aray" jelas angel dan langsung di beri dengan berbagai pertanyaan.

_____________________________________

"Atau karna kamu anak dari pemilik aray school?, Apa A itu dari kata aray?" Tanya kenza yang sedari tadi diam.

"Gak tau lah angel, orang pas angel tanya mama angel huruf A di nama eh malah mama angel bilang gini, ekhem, belum saat nya kamu tau itu, tunggu kamu sma baru kamu akan tau kebenaranya, itu kata mama angel, lagi pun mana mungkin lah, angel anak dari keluarga aray, oke udah yang jangan tanya lagi, angel nya kasihan sama yang belum perkenalan, assalamualaikum" jelas angel dan di tutup dengan salam.

Oke next...
Perkenalan pun di lanjut hingga bunyi bel istirahat pun terdengar,..

"Oke semuanya boleh istirahat, dan habis itu langsung pergi menuju lapangan" ucap genta.

"Yaudin yuk kita ke kantin, ikut gak ngel?" Tanya nada

"Yuk angel juga laper, eh btw mana udin?, Tadi nada bilang udin, emang ada yang namanya udin?, Perasaan gada deh" tanya angel tentang udin.

"Gak bukan apa² ngel, udah yok, ngomong sama lo seabat baru selesai" ucap claudia, dan langsung menarik tangan angel menuju kantin.

Mereka tak menyadari ada 4 orang laki² yang sedari tadi menatap mereka ber4.

"Gue rasa nih ya, kehidupan angel itu rumit deh kedepannya nanti, setelah tau nama apa yang ada di huruf singkat itu, bener gak nih gua?" Ucap alvaska memprediksikan, ( sok cenayang emang si alvaska ini)

" Mana gua tempe udah kita jangan ikut campur urusan angel, mending kantin gua laper buanget," ucap Kenza dan langsung ngacir ke kantin meninggalkan ketiga teman nya yang sedang mengerutu.

Claudia pov

Sekarang kita bertiga pergi menuju kantin, di sepanjang koridor banyak yang memuji dan mencaci maki kami, .

'iyeuuhh, kok kalian mau sih jalan sama barengan sama tuh cupu, mending sama kita...ya gak' -siswi 1

'iya bener banget van, mending sama kita yang selevel' -siswi 2 sambil ngibasin rambut ke belakang.

....

"Dan lah, gak usah di dengerin, angep aja tadi suara kentut, dah yuk cepet nanti gak kebagian meja" ucap gua ngerasa risih. Dan malah si angel bikin gua darah tinggi.

"Ya kalo gak kebagian meja kan masih ada kursi clau, gimana sih, dah yuk" ucap angel dan langsung meninggalkan kita bertiga.

"Emang ya bego sama polos itu beda tipis, dah yok, kejer angel, nanti nyasar ke hutan lagi dia" ucap nada yang ketularan sifat angel.

Author pov.

"Serah lo nad, yang penting lo happy" ucap kedua temannya.

Skip kantin.

"Angel di mana sih?" Tanya tana

"Itu tuh, di pojok tuh, yok lah, eh kalian berdua pesen makan biar gua yang samperin angel, sama in aja ya" ucap claudia dan langsung pergi menuju bangku pojok

"Ekhem, boleh duduk gak nih ngel?" Tanya claudia ke angel.

"Duduk mah tinggal duduk clau, eh iya udah pesen makan belum?, Angel lupa tadi pesen, niat nya mau minta pesenin" ucap angel

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 18, 2021 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ANGELIA [On-going]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang