Sinar matahari telah menembus ke celah celah tirai kamar abel, ia langsung bangun dan segera beranjak dari tempat tidurnya, senyumannya mengembang ia teringat dimana kemarin malam dia bertemu dengan cowok yang ia taksir selama belakangan ini.
Abel menghembuskan nafas pelan.
"Huh kok bisa sih kak aku menaru hati pada mu" kata abel sambil melamun didepan kaca riasnya.
Senyuman itu tiba tiba luntur, dan dia berahli kepada pikirannya.
"Astaga abellll! hampir saja lupa" dia memberhentikan aktifitas melamunnya, dia bergegas mengambil handuk di gantungan bajunya lalu segera pergi kekamar mandi.
Setelah mandi abel langsung memakai seragam sekolahnya, lalu memakai bedak bayi serta bibirnya di olesi lip blam sedikit, sesudah bersiap siap dia langsung pergi kedapur untuk memasak bekal buat di sekolahnya, emang sudah hal wajar bagi abel, dia lebih suka membawa bekal daripada harus beli makanan di kantin sekolah. Toh sama sama makannya pakai nasi, Ya ga?
Sesudah menyiapkan bekal untuk dirinya sendiri, lalu kotak makan tersebut ia masukkan kedalam ransel sekolahnya, setelah beres semuanya dia bergegas berangkat kesekolahnnya.
Sesudah sampai di sekolahnya abel tidak berhenti hentinya mengembangkan senyumannya itu. Biarpun dipikir gila, yang penting hatinya berbunga bunga
"Mworniwng abwel" sapa pelangi yang sambil memakan roti sandwich.
"Pagi juga pelangi" balas abel sambil tersenyum kearah teman sekelasnya itu.
"Haiii abel!!" cerianya si senja.
"Hai senja" tidak mau kalah cerianya.
"Aduh aduh, kenapa lagi lo? apa lo kesurupan wak amir lagi!! jawab ebel" kata senja sambil melemparkan tasnya ke bangku duduknya.
"Suka ngawur nih anak" bela pelangi.
Sementara itu, abel masih setianya dengan senyumannya itu.
"Gatau deh ja, gi. Keknya aku benar benar kesurupan cintanya kak langit deh" sambil duduk di bangku abel.
"Yeee bucin lo ebel" ucap senja lalu menoyorkan kepala sahabatnya itu.
"Emang habis di apain lo sama langit? wah jangan jangan lo habis di jampi jampi ye" kata pelangi sambil menatap kedua mata bulatnya abel.
"Yang ada si ebel yang jampi jampi langit" sahut senja.
"Ga usah kumat deh, jadi gini loh ceritanya, kemarin pas jam 11 itu aku laper banget jadinya aku cari cemilan deh di supermarket, pas pulangnya aku sama kak langit itu berpapasan, dia nawarin aku gini, mau di antar gak? terus ya aku jawab kalau kost an aku deket sama supermarket nya, terus aku ninggalin dia gitu aja deh" ucap abel.
"Ealah, ngapa lo tolak dah tawarannya, kalau gua jadi elo ya gua mau lah, siapa sih yang ga mau di anter sama cogan kek langit" ucap pelangi.
"Jangan mau bel!, nanti lo disuruh dorong kalau motornya mogok" sarkas senja.
"Emang kamu pernah naik motornya ja?" tanya abel dan membuat senja gugup.
"Y-yakali cewek kek gua pernah naik ke motornya most wanted kek dia" balas senja.
"Hahahah iya juga ya bel" tawa pelangi.
Jam bel sekolah sudah berbunyi, pertanda bahwa kelas akan dimulai, hari ini abel benar benar sangat semangat bahkan pas pak udin memberikan pertanyaan kepada muridnya dengan percaya dirinya abel langsung menjawab pertanyaan tersebut dengan benar. Langit penyemangat hati
KAMU SEDANG MEMBACA
ANGKASA - tahap pembuatan
Novela JuvenilAngkasa Altarages adalah seorang pemimpin GANDRA (gang samudra) bersama keempat sohibnya, dia dan teman temannya menjadi salah satu incaran para wanita di dalam sekolahnya ataupun luar sekolah, siapa yang tidak jatuh cinta dengan seorang angkasa yan...
