Eren & Historia Fanfiction
Setiap setahun sekali-di bulan Februari-ia akan menjelma menjadi seekor kupu-kupu yang turun dari langit. Menyihir satu panggung agar terlihat seperti taman bunga di surga. Membuai setiap pengunjung yang datang dengan gerakan lincahnya. Membuat semua pria berfantasi. Serta memberi gadis-gadis kecil banyak impian dan senyuman. Setiap ibu pasti ingin menjadikannya seorang anak. Setiap kekasih berani menukar berlian untuk bermalam bersamanya. Namun, ia tidak semudah itu untuk didapatkan maupun ditukar.
Mereka menjulukinya Papillon. Dipuja dan dipuji sebagai seorang prima balerina yang memiliki kelincahan bagaikan kupu-kupu bersayap sutra-emas. Gerak-geriknya terlihat ringan dari satu kuncup ke kuncup lain. Mencuri setiap hati mereka yang sedang bahagia. Pun turut menghibur mereka yang menyimpan lara. Setiap pasang mata akan terpana.
Adalah Historia Reiss nama aslinya. Salah satu putri bangsawan dari keluarga Reiss yang secara turun-temurun menekuni dunia balet dan mewarisi kesempurnaan menjadi seorang prima balerina. Ia jatuh cinta pada balet sejak usia 6 tahun. Ketika Frieda-kakak perempuannya-bergabung dengan salah satu club balerina yang namanya cukup di kenal di daerah ibukota, Trost.
Pertama kali ia tampil dan berhasil memukau banyak penonton adalah saat pas de deux sempurnanya dalam konsep The Nutcracker di Gedung Teater Trost sepuluh tahun lalu. Usia Historia sekitar 14 tahun saat itu, tetapi kharismanya sudah keluar dan menambah karakteristik di setiap pertunjukan. Ia bukan perempuan yang mudah menyerah. Tekadnya kuat meskipun tidak memiliki bakat sehebat Frieda.
Malam ini merupakan pertunjukan yang ke-5 di salah satu gedung teater kota Mina. Beberapa pengunjung yang datang sudah Historia kenal melalui keakraban yang ia bangun sejak lama. Frieda tidak lagi menjadi prima balerina semenjak cedera di bagian kaki. Ia berhenti bermain balet dan memilih menjadi mentor Historia. Ia membimbingnya dengan cekatan hingga berhasil menjadi salah satu balerina yang dikenal di sudut-sudut Pulau Paradis.
Bunyi denting piano mengiringi setiap langkah. Rok tutu berwarna hitam memperelok gerakannya. Ia berputar, berjinjit, melompat, serta melakukan pas de deux bersama partner prianya, Armin Arlert, menirukan seekor angsa hitam lengkap dengan ekspresinya. Kadang ia terlihat bahagia, kadang juga terlihat berduka. Historia benar-benar menghayati perannya sebagai angsa hitam dengan sempurna.
Tepuk tangan dari ratusan penonton di dalam gedung menjadi penanda berakhirnya suatu pentas. Tirai merah ditutup. Sebagian masih terbawa suasana euforia dengan melempari panggung puluhan bunga mawar putih. Membuat Eren Yeager yang duduk di ujung kursi tersenyum masam. Ia mengelus tengkuknya sebelum bangkit dari kursi dan menyelinap ke dalam ruang ganti untuk bertemu Historia Reiss.
"Maafkan saya, Pak. Anda tidak boleh masuk kecuali—" Eren menyerahkan secarik kertas kepada salah satu penjaga yang berusaha menahannya untuk masuk. Pria itu langsung terperangah dan beberapa kali menatap Eren juga kertas di tangannya. "Apa Anda benar Eren Yeager?" Ia masih ragu-ragu.
Untuk Yang Terkasih,
Eren YeagerMemikirkanmu membuat jantungku berdebar. Aku tidak sabar kau datang di pertunjukanku di kota Mina. Kota yang sama di mana kau ditugaskan. Datanglah jika kau sempat. Lewat pintu belakang. Berikan surat ini kepada Porco Galliard.
Historia Reiss
"Apa kau baru saja bekerja sebagai penjaga Nona Reiss?" Eren menatap tajam pria di hadapannya itu. "Kalau kau ragu, kau bisa bertanya kepada Frieda." Pria itu tidak terlihat takut, tetapi ia juga tidak terlihat menyukai keberadaan Eren.

KAMU SEDANG MEMBACA
Milk & Honey
FanfictionAntara susu dan madu, manakah yang paling manis? Judul cerita terinspirasi dari buku karya Rupi Kaur [Kumpulan cerita pendek pasangan Eren dan Historia]