Chapter 4

2.2K 88 10
                                        

Maura sudah bersiap siap untuk berangkat menuju sekolah bahkan biasanya ia cukup susah bangun pagi tetapi hari ini ia bangun lebih awal karena dirinya ingin segera bertemu dan memberi Tiara pelajaran karena sudah berhasil memancing emosi nya. Setelah pamit kepada kedua orang tua nya Maura langsung menuju mobil yang akan mengantar nya menuju sekolah.

"Lebih cepat Pak, jalan nya." ucap Maura kepada sang supir. Mobil mewah Maura langsung pergi meninggalkan area rumah nya. Didalam mobil Maura tak henti hentinya meminta agar kecepatan mobilnya dinaikkan karena dirinya merasa kecepatan nya seperti siput terlalu lambat.

Sesampai nya di parkiran sekolah tanpa kata Maura langsung bergegas menuju tempat sahabat nya yang menunggunya di taman sekolah. Memang Maura meminta mereka berkumpul di sana untuk membicarakan sesuatu yang penting. Vela Zara dan Aline menarik nafasnya saat mendengar perkataan yang keluar dari mulut Maura.

Apalagi kalau bukan tentang Arka dan junior nya yang baru mereka tahu bernama Tiara yang juga masuk dengan jalur beasiswa seperti Arka."Aku kira dia anak orang kaya maka dari itu berani melawanku." ejek Maura sesudah menjelaskan maksud dan tujuan nya pertemuannya hari ini.

"Jadi? Kau akan melakukan apa?" tanya Aline melihat seringai di wajah Maura.  Zara dan Vela menyipitkan matanya karena ia tahu senyuman itu memiliki arti yang cukup menyeramkan. Mereka tahu tabiat Maura yang tidak mau dilawan terlebih lawan nya sangat beda jauh dengan nya.

Maura akhirnya menjelaskan semua rencana nya untuk membuat Tiara kapok dan tidak akan mau mendekati Arka. Setelah mendengar semua rencana Maura mereka menarik nafasnya dalam terutama Aline yang merasakan perasaan bahwa kali ini rencana mereka tidak akan berhasil seperti sebelum sebelumnya saat menindas orang yang mendekati Arka karena tadi pagi saat dirinya sampai karena ajakan Maura yang memintanya bertemu pagi pagi sekali dan bertepatan ia turun daru mobilnya ia melihat Tiara turun dari motor butut Arka dengan tersenyum malu malu.

Entah kenapa Aline akan tetap diam dan tak memberitahu Maura.

Jam istirahat akhirnya datang juga. Tiara membereskan buku nya dan bergegas menuju kantin karena perutnya yang lapar. Hatinya dalam suasana baik karena tadi pagi ia berangkat bersama Arka. Entah takdir atau bagaimana karena rumahnya tidak jauh dari rumah Arka.

"Tiara?" tanya seseorang yang datang dengan tiba menghadang Tiara. Tiara menatap wanita itu dengan pandangan bingung karena ia tidak kenal dengan orang itu.

"Siapa?" tanya balik Tiara kepada orang itu.

"Kepala sekolah memanggil mu. Entah apa yang akan di bicarakan. Aku kesini hanya ingin memberitahumu ini saja." ujar wanita itu langsung bergegas pergi meninggalkan Tiara. Wanita itu tampak terkejut karena ia merasa tidak memiliki kesalahan apapun dan nilainya juga baik baik saja. Pikiran buruk menghantui Tiara karena berpikir beasiswa nya akan di cabut.

Segera Tiara bergegas menuju ruang Kepala sekolah dengan berlari kecil karena penasaran apa yang akan kepala sekolah bicarakan. Saat melewati koridor yang sepi tiba tiba saja ada yang menarik nya menuju ruangan yang sepi.

"Shtt diam lah. Jangan berteriak." ucap orang itu membuat Tiara terkejut karena melihat Maura yang sedang menatapnya dengan seringai jahatnya bersama teman teman nya yang sedang berjaga jaga. Tiara menganggukkan kepala nya tanda mengerti akhirnya Maura melepaskan tangan nya dari mulut Tiara yang menurut tidak akan berteriak.

"Kau, apa kau sengaja tidak mendengarkan ucapkan kemarin heh!" bentak Maura mendorong Tiara ke tembok membuat wanita itu memekik sakit.

"Sakit.." ucap Tiara membuat Maura tersenyum mengejek.

"Sakit? Hatiku juga sakit karena kau terus mendekati pria ku." lanjut Maura dengan tatapan tajam nya. Tiara mendongak menatap Maura yang lebih tinggi dari nya.

Yang TerdalamTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang