Chapter 3

2.5K 93 7
                                        

Sepeninggalnya Arka, suasana didalam kelas menjadi hening karena ke terdiaman Maura saat pria itu memarahinya dan berteriak kepadanya. Zara menyenggol lengan Aline dan juga Vela merasa kasian dengan Maura. Bagaimana bisa ada pria seperti Arka yang tak menyukai Maura? Apa yang kurang di dalam diri teman nya ini sampai Arka bener bener tidak menyukai nya.

"Pria seperti itu? pria yang kau kejar kejar selama bertahun tahun heh?" sindir Vela jengah kepada Maura yang kembali memakan cemilan nya seakan hal tadi tidak terjadi apapun. Mereka semua kesal dan kasian secara bersamaan karena perilaku pria itu yang menurut nya tak ada bagus bagusnya, mempermalukan Maura terlebih mereka adalah gadis yang dipuja puja para kaum pria dan pastinya mereka akan bertekuk lutut dihadapan nya.

"Dia sudah di buta kan oleh cinta yang semu." timpal Zara kepada Maura yang berpura pura tak mendengarkan perkataan pedas mereka semua. Maura tidak marah kepada sahabatnya karena Maura tahu mereka berkata seperti itu karena peduli kepadanya. Orang yang patut disalahkan itu adalah gadis yang mencoba merayu Arka.

Lihat saja nanti kalau sampai ia melihat wanita itu merayu Arka Maura akan bertindak hal yang membuat wanita jera.

Meski Arka memarahinya Maura, dirinya benar benar tidak bisa marah terlalu lama kepada pria itu. Terkadang dirinya bertanya-tanya kenapa hanya dengan Arka sikapnya berbeda. Selain dengan Arka sikap Maura tak memperdulikan perasaan orang lain bahkan ia sering berkata kasar dan pedas kepada orang terutama kepada orang orang yang tidak memiliki uang padahal kenyataan nya Arka sendiri termasuk orang yang tak memiliki uang.

Meski jutaan kali pria itu menolaknya tetapi Maura akan bersikap seolah olah tidak terjadi dan tetap mengejar akan Arka tanpa rasa malu. Sungguh otak dan hati Maura bener bener sudah terisi dengan Arka dan Arka dan tak ada hal lain selain hal yang berkaitan dengan pria itu.

Ditempat lain Arka kembali mendatangi Tiara yang sedang duduk di taman sekolah. Pria itu bener bener merasa tak enak karena dirinya Tiara terkena masalah bersama para iblis wanita di sekolah ini."Lain kali kalau mereka mengganggumu, tolong beritahu aku karena itu pasti berkaitan denganku." ucap Arka tiba tiba duduk di samping Tiara yang terkejut dengan kedatangan Arka.

"Dia hanya cemburu jadi aku memaklumi nya." balas Tiara tersenyum lembut. Arka semakin tidak enak karena wanita selembut Tiara di perlakukan jahat oleh mereka terutama Maura yang tak henti nya terus mengejarnya meski sudah ia tolak.

"Jadi kau akan menjauhiku juga?" tanya Arka tiba tiba membuat Tiara menggelengkan kepala nya.

"Aku tidak akan menjauhi mu meski mereka menggangguku asal kau ada di samping ku." tiba tiba saja Tiara berbicara hal yang membuat Arka terkejut. Tentu saja terkejut karena ucapan nya itu seakan penuh arti dan makna.

"Eh maaf." Tiara langsung menyadari ucapan nya yang terkesan dalam dan membuat canggung keduanya dan mereka tak menyadari bahwa seseorang memotret mereka berdua.

*****

Bel sudah berbunyi dan itu artinya waktunya untuk pulang. Lagi lagi Maura mencari cari Arka karena besok adalah hari minggu jadi Maura berpikir melihat pria itu sebelum ia pulang karena besok ia tak bisa melihat wajah Arka."Kemana dia?" gumam Maura terus mencari Arka dan meninggalkan teman teman nya yang mengajaknya pulang bersama.

Beberapa menit berlalu tetapi Maura tidak menemukan keberadaan Arka dan itu membuat suasana hatinya memburuk karena tidak bisa melihat wajah Arka. Meski ia bisa menatap gambar pria itu tetapi tetap saja ia ingin melihat wajah prianya secara langsung. Kesal tak menemukan orang yang dicari Maura memutuskan untuk pulang dengan supir yang sudah menunggunya sejak tadi.

Besoknya suasana hati Maura masih memburuk karena ia merindukan Arka. Seperti inilah di saat libur sekolah ia akan selalu merindukan pria itu meski hanya sekedar menatap pria itu dari jauh."Arghhh. Rindu Arka.." pekik Maura menatap bantal bergambar Arka yang ia ambil secara diam diam disaat pria itu berolahraga.

"Dari semua pria yang mengejar ku kenapa kau tidak termasuk." cebik Maura kesal karena hubungannya dengan Arka masih begini saja meski mereka tidak pacaran tetapi setidaknya Arka baik kepadanya bukan nya memarahinya demi wanita genit itu.

"Awas saja kalau dia masih mendekati Arka. Akan aku buat dia menyesal." gumam Maura penuh tekat karena untuk pertama kalinya dirinya merasa terancam karena kehadiran seseorang. Meski dirinya lebih cantik dan lebih segala nya dari junior itu tetapi entah kenapa dirinya merasa terancam dan Maura tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Maura mengambil ponselnya dan akan mengirim pesan kepada Arka tetapi sebelum itu tiba tiba ada pesan misterius membuat Maura heran.

"Nomor tidak dikenal? Siapa ini?" gumamnya lalu membuka pesan itu dan kedua matanya terbelalak melihat isi pesan itu.

Gambar Arka dengan wanita yang ia datangi tadi siang!

Benar benar tidak bisa dibiarkan. Gadis itu tidak menganggap ancaman nya serius maka dari itu Maura akan membuktikan kepada junior nya bahwa perkataan nya tadi siang tidak main main. Ia akan buat hidupnya tidak tenang berada di sekolah dan memilih untuk menjauh atau lebih buruknya dia pindah dari sekolah ini.

Maura menelpon seseorang dan menyuruh orang itu untuk mencari tahu siapa wanita itu karena Maura harus tahu dengan siapa lawan nya nanti agar ia tidak salah langkah.

Ku pasti kan kau akan menyesal..

"Maura, ayo makan." teriak Elen Maminya menyuruh Maura untuk segera makan. Maura bergegas keluar dari kamarnya untuk bersiap makan di meja makan Maura langsung melahap makanan itu dengan cepat dan dengan porsi yang cukup banyak membuat sang Papi dan Mami nya heran karena tak biasanya putri mereka makan makanan yang banyak. Mereka berdua tahu bahwa Maura selalu makan dengan porsi kecil dan berkata dietnya tetapi hari ini bahkan mereka berdua melihat putrinya seakan tidak makan selama dua hari.

"Sekarang anak Papi mulai makan banyak hm." ujar Tommy Papi Maura."Bagus, sekali sekali jangan membatasi makanan mu Nak. Lihat tubuhmu semakin kurus saja."

"Ini bukan kurus tapi langsing dan sekarang Maura makan banyak itu karena Maura harus punya banyak tenaga untuk besok." sahut Maura menggebu seraya memakan ayam yang jarang sekali putrinya sentuh karena lagi lagi saat itu Maura beralasan tidak mau gemuk makanya memilih makan sayur sayuran.

Tommy dan Elen mengernyit heran setelah mendengar perkataan putrinya."Besok ada Ujian?" tebak Elen. Maura menggeleng kepalanya membuat kedua paruh baya itu semakin heran dengan tingkah putrinya yang semakin aneh setiap hari nya.

Acara makan bersama itu diiringi cerita pekerjaan Papi nya yang akan membangun sebuah Apartemen dan akan menguntungkan mereka.

Bersiap siaplah untuk besok, kau akan terima akibat nya karena telah berani melawan Maura Aldavino..

******

Hai aku up lagi nih.
Btw apa yang akan Maura lakukan sama Tiara.

Maura bener bener bucin setengah mati tapi apakah arka akan membalas cinta nya?

Vote komen dan follow nya guys ❤

16.03.2021.
09.54 wib

Yang TerdalamTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang