- Lee GyeongHae atau kerap disapa dengan Gyu adalah seorang gadis berusia 19tahun dengan paras bak seorang malaikat yang dapat memikat hati para lawan jenis. Tetapi parasnya tidak bisa menutupi kekurangan yang ada pada dirinya dan fakta bahwa dia ad...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
_________________________________________
• • • • • •
-BEGIN-
Hujan seakan memarahi seisi kota Seoul dengan sambaran petir dan gemuruh guntur yang selalu berhasutan tanpa memikirkan semua orang yang terganggu olehnya dan sebagian besar orang memilih untuk mengabaikannya dibanding meninggalkan alam mimpi mereka. Tidak untuk gadis yang baru saja menginjak umur 19 tahun itu yang memilih bersembunyi dibalik pintu lemari yang tertutup rapat sembari memegang telepon genggamnya dengan erat.
Sekilas ia melihat bayangan hitam tinggi menjulang menyentuh atap kamar apartementnya mendekat kearah dimana ia bersembunyi saat ini. Mengelontarkan seraba - serabi doa yang bahkan ia pun tak tahu tuhan mendengarnya ataupun tidak dan tak lupa menutup rapat - rapat kedua mata cantiknya itu.
Bayangan itu seolah tak ingin ia bersembunyi darinya. Menggoyangkan dengan kecang pintu lemari tersebut sampai orang yang berada didalamnya berteriak kencang sekencang - kencangnya.
"Gyu!!! Sadar!!! Ini Ibu!!" Teriak wanita yang sedari tadi mengebrak pintuk lemari dari luar. Mendengar suara itupun gadis yang dipanggil Gyu langsung membukakan pintu lemari dan cepat cepat memeluk erat sang ibunda yang terlihat sangat khawatir.
"Dia... hiks... dia datang kembali bu...hiks" serunya dalam isak tangisnya dibali pundak ibunya tersebut, "Ssst, sudah - sudah tadi ayahmu sudah mengusih dirinya untuk sementara okay, ayo kembali tidur kamu harus datang tepat waktu kesekolah barumu itu besok pagi" ucap Ibunya lalu mengantar putri sulungnya itu kearah kasur bernuansa pastel bergradiasi biru cerah.
"Ta- tapi bagai---"
"Sudah Ibu bilang, Ayahmu sedang mengusir makhluk jahat tersebut untuk sementara waktu okay dan besok berterimakasihlah padanya saat sarapan bersama" usai itu wanita paruh baya itupun langsung mengecup kening anaknya dan mengucapkan selamat tidur sembari menutup pintu kamar anaknya dengan rapat.
Tanpa sepengetahuan Gyu, Ibunya terjatih sembari menangis dalam diam dibalik pintu kamar Gyu. Menangisi mengapa sesuatu yang berat menimpa anak kesayangannya.
"Jumyeon... kuharap kau masih disini..."
***
"Pagi ayah, pagi ibu" ujar Gyu yang baru saja turun dari kamarnya dengan pakaian seragam lengkap. "Astaga, pagi anak kesayangannya ayah sini ayah cium dulu" Jawab sang ayah dan Gyu-pun langsung berlari kearah ayahnya dan mendapatkan ciuman pagi dipipinya dengan mulus. "Hey, ibu juga mau memberikan ciuman pagi untuk anak kesayangan ibu, sini Gyu" ujar sang ibu dan memeluk erat putrinya. Tetapi matanya memandang kosong kepada bangku yang sering diduduki suaminya itu.