Morning Bun!
Jangan vote dan komentar yang banyak ya!
****
15. Kue dan panggilan baru
Lisa berlari ke mobil Rendra yang menunggu didepan rumahnya. Setelah menerima ajak pulang bersama, Lisa diajak ke rumah Oma kembali untuk membantu Oma disana.
Awalnya Rendra mau langsung saja ke sana mengingat waktu sudah sore, namun Lisa menolaknya dan meminta untuk ke rumah sebentar.
Gadis itu berganti pakaian dan keluar sambil menenteng seplastik kotak kue. Rendra agak heran, dia berpikir Lisa ingin memberikan kue untuk Omanya. Tapi ternyata dia salah.
Lisa menutup pintu mobil dan duduk menyamping ke Rendra. Dia membuka bungkusan itu dan mengeluarkan kue yang ada di kotak itu. Persis di tengah kue itu tertulis nama Rendra dan tulisan 'happy birthday' dengan hiasan strawberry di sekelilingnya.
"Happy birthday, kata Oma hari ini ulang tahun kamu. Makanya aku buatin kamu kue, tapi tenang aja kok aku buatnya nggak sendiri. Mbok Sugeng bantu juga, jadi aman buat dimakan."
Rendra tertawa geli.
Raut wajah Lisa yang senang berubah bingung.
"Kamu kenapa ketawa? Kuenya jelek ya?"
"Enggak, bukan masalah kuenya."
"Terus?"
"Lisa, ini bukan hari ulang tahunku. Kayaknya kamu di kerjain deh sama Hana dan Oma. Ulang tahunku masih lama."
Raut wajah Lisa berubah lagi, kini berubah ngambek.
"Bisa-bisanya loh mereka gituin aku, padahal aku kemarin udah dengerin serius. Ck, sia-sia dong aku bikin ini pagi-pagi," dumel Lisa.
Rendra tersenyum, dia mengelus kepala Lisa dengan lembut.
"Nggak sia-sia, bagi aku ini udah cukup membuktikan kalo kamu udah mulai suka sama aku."
Lisa mencubit pipi Rendra yang awalnya senyum senang menjadi meringis.
"Sakit, Lisa."
"Makanya jangan pede, udah deh mending aku taruh lagi kuenya di rumah. Bikin malu aja,"
"Hei, ini kue ku, mana boleh kamu taruh di rumahmu."
"Kata siapa ini kuemu?"
"Itu hiasannya pakai namaku, berarti ini punyaku."
"Tapi-,"
"Kita bawa aja, aku juga penasaran rasanya gimana."
Rendra mengemas kembali kue buatan Lisa itu ke kotaknya lalu menaruhnya ke jok belakang dengan hati-hati.
****
Lisa dan Hana baru saja usai menyelesaikan hiasan untuk pembukaan acara nanti, acara ini di majukan menjadi Lusa nanti. Makanya semua orang desa menjadi lebih gesit menyelesaikan tugas mereka.
Rendra pun juga makin melatih skill berkudanya, hal itu membuat Rendra semakin digemari oleh orang-orang sekitar, salah satunya adalah para gadis-gadis.
"Kakinya udah nggak sakit?" tanya Oma.
"Enggak Oma, udah mendingan kemarin malam diurut sama pembantu."
"Syukur lah udah membaik, kamu pasti capek ya? Maaf ya Oma jadi repotin kamu."
"Nggak apa, kan demi Oma kesayangan Lisa apa sih yang enggak."
KAMU SEDANG MEMBACA
Senandika (2021)
RomanceLisa Alaric seorang anak yang merasa di anak tirikan tiba-tiba dijodohkan dengan anak dari teman Ayahnya. Merasa tidak pernah diperhatikan sebagai seorang putri, Lisa menolak keputusan Ayahnya untuk menjodohkannya. Hingga keduanya sepakat dalam sa...
