01

13.6K 634 15
                                    

"Jimin-ah antarkan pesanan ini ke alamat ini" ucap sang ayah pada anaknya

"Baiklah" ucap Jimin mengambil kantong nya dan pergi dari rumahnya

"Maafkan ayah Jimin"

Setelah jalan 30 menit Jimin sampai di komplek yang di maksud sang ayah tapi daerah ini sungguh sepi itu membuat Jimin merinding

Setelah jalan melewati 4 rumah,ada sesuatu yang menarik perhatiannya rumah ini semuanya bertema hitam dana juga depannya di tutupi dengan dedaunan

Tiba-tiba ada yang menepuk pundak Jimin dan membuyarkan ketertarikannya

"Kau mencari siapa?"

"Ah ini" ucap Jimin memberikan alamat yang ayahnya kasih

"Ah aku tau rumah ini tepat di belakangmu,apakah kau ingin aku mengantarmu?" Tanya laki-laki itu

"Apa tidak apa-apa?" Tanya Jimin tidak enak

"Tidak,ayo" ucap lelaki tinggi itu

"Terimakasih,sebelumnya aku Jimin"ucap Jimin membukukan badannya

"Ah aku Namjoon" ucap lelaki dengan lesung pipi itu

Dan akhirnya mereka masuk ke rumah yang Jimin anggap sangat aneh dan misterius

Dan ternyata Jimin salah sangka diluar rumah yang terlihat tidak terurus ternyata di dalamnya memiliki istana yang mewah

Namjoon pun mengetuk bel yang ada di depan rumah mewah itu dan setelah 4 detik menunggu pintu itu terbuka sempurna dengan otomatis dan membuat Jimin kagum

Saat memasuki kawasan dalam rumah sungguh Jimin tak bisa berkata-kata ini sangat mewah dan sangat jauh berbeda dengan rumahnya

"Jimin-ah kau harus masuk ke ruangan di atas dengan pintu hitam" ucap Namjoon pada Jimin

"Ah baiklah,terimakasih sekali lagi"ucap Jimin lalu tersenyum hingga membuat matanya hilang

Senyum yang sangat tulus menurut Namjoon hingga dapat melelehkan hati siapa saja yang melihatnya

"Kau adalah pria manis yang kurang beruntung Jimin-ah" ucap Namjoon saat melihat Jimin sudah menaiki tangga menuju ke atas

Setelah lamanya menaiki tangga yang sangat banyak itu tibalah Jimin di lantai dua rumah ini

Jimin sangat bingung bagaimana bisa di lantai dua ini seperti tidak ada kehidupan,apakah Namjoon tidak salah memberi taunya

Tapi apapun ketakutan Jimin ia harus tetap memberikan roti buatan ayahnya ini untuk pembelinya bukan?

Jadi dengan keberanian yang ada Jimin melangkah dan menemukan kamar dengan pintu hitam

Jimin bisa dengan mudah menemukannya karena dari 6 kamar yang ada hanya ada satu kamar dengan pintu hitam karena yang lainnya berwarna putih

Dengan yakin Jimin memencet bel yang sudah di sediakan di sebelah pintu itu,dan tak lama pintu itu terbuka dengan sendirinya

Dengan keberanian Jimin masuk ke kamar itu dan saat masuk yang bisa Jimin rasakan adalah aroma maskulin yang kuat dan juga bau alkohol dan rokok yang jujur saja membuat Jimin tak ingin lama-lama di sini

"Hei" ucap seseorang dengan suara beratnya

Dengan kaget Jimin pun mengalihkan pandangannya ke sumber suara,dan ternyata dihadapan nya ada sosok laki-laki dengan wajah yang bisa dibilang seperti seni sungguh sempurna
Dan juga memiliki aura yang sulit untuk dijelaskan

"Ah halo,aku Jimin,aku ingin antar pesananamu di toko ayahku" ucap Jimin dengan senyumannya

"Aku tidak butuh itu" ucap pria itu

Mafia Kim(Vmin)✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang