----------------------------------------------------
🍂Pilihan tersulit, hanya akan membuat hatimu semakin ragu. Mereka, para pemuda itu mengidap penyakit Polyamorous. Simak selengkapnya.🍂
⚠𝐖𝐀𝐑𝐍𝐈𝐍𝐆⚠
•BxB | Homophobic? GET OUT!
•SemiBaku | No...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Happy Reading! Enjoy it. ♡ ➷ ➹ ➷ ➹ ♡
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Perlahan kaki jenjang dari pemuda tampan seketika mundur saat netra itu tak sengaja melihat adegan yang tidak pernah sekalipun di inginkan olehnya.
Saat tubuh itu berbalik, suara lirihan menghentikan langkahnya berhenti. Tentu, ia mematung dan tidak berniat berbalik kembali ke arah mereka lagi.
"Loh, Jeno? Sejak kapan lo ada disitu?"
Perkataan itu terdengar lirih, ketika ia menyadari suara ketukan sepatu seseorang hendak menjauh. Spontan Jaemin menoleh ke arah sumber suara.
Setelah tahu siapa orang itu, matanya terbelalak. Jelas Jaemin melihat Jeno sedang menunduk. Si tampan hendak pergi dari ruangan dengan tubuh lesu.
"Gapapa. Lanjutin. Maaf ya ganggu." Jeno membalas lirihan dari Jaemin, lalu ia berbalik kembali melanjutkan langkah. Jaemin diam tidak berkata.
"Huaa Jaem! Kita harus meluruskan kesalahpahaman ini. Kaki sialan ini! Kenapa gue harus jatuh di pangkuan lo sih dugongg!" Renjun merengek. Ia mencebikkan bibirnya teramat kesal.
"Gapapa, santai Injun. Gue kan sukanya sama lo." Cengir Jaemin, ia membantu tubuh Renjun berdiri, lalu menggaruk tengkuk dengan perasaan canggung.
"Tapi kan lo tau.. Gue suka dia, Jaem."
"Gue tau lo suka dia. Gue juga minta maaf. Seharusnya ini hal beruntung untuk gue. Tapi, hahaha, Lupain." Ia mencoba untuk terlihat biasa saja. Ia tidak ingin ada kesalahpahaman lain.
Beberapa detik dalam keheningan-
"JENOO~ WHERE ARE U BABE?" Suara melengking itu menggema di seluruh ruangan. Sontak kedua pemuda lagi - lagi menoleh ke sumber suara. Jaemin memutar kedua bola matanya malas. Muak lihat manusia jelmaan setan itu.
"Lo nyari Jeno? Ga ada. Sana pergi."
"Tf- Who are you?" Tanya pemuda tan kesal. Ia kembali berbalik, langkah itu menjauh dari ruangan, ia melanjutkan mencari dimana keberadaan si tampan.