"Smoothie bowl yang aku buat kali ini menggunakan bahan yang mudah dicari yaitu pisang, strawberry, greek yoghut dan topingnya yaitu granola dan buah yang aku gunakan sebagai puree-nya"
Selesai syuting video smoothie bowl, aku mendekati kak Rafa yang pagi tadi mengatakan dia menggantikan dirinya dengan temannya yang memiliki sebuah tim untuk membantuku merekam dan mengedit videoku. Well terima kasih untuk itu. Tapi, dia mengatakan padaku akan pergi ke Inggris H-1. Sahabat sekaligus asistenku Lina tidak memberitahuku apapun karena pasti aku akan mencoba segala cara untuk membatalkan keberangkatan kakak sepupu laknat ini.
"Mereka tim yang profesional, kamu pasti lebih senang bekerja dengan mereka ketimbang denganku yang mengatur jadwalnya adalah aku. Kamu bisa bebas atur jadwalmu sendiri sekarang" kata Rafa sambil membereskan semua peralatannya.
"Tapi, enggak enak kerja sama orang lain, aku gak bisa ngomong didepan orang banyak kak"
"Sampai kapan kamu begini terus? Di TV aja bisa tuh kamu ngomongnya" Kak Rafa mulai menggendong tas beratnya yang berisikan kamera. Aku menahan tangannya untuk tidak pergi dulu. Ini adalah masalah berat bagiku. Aku tidak bisa beradaptasi dengan orang baru secepat itu. Besok mereka datang dan syuting sesuai rencana yang dibuat Kak Rafa sebelum dia meninggalkanku dengan mimpinya menjadi kameraman profesional di Inggris.
"Di TV, orang-orang dibalik kamera gak keliatan. Mereka sewa studio, rasanya kayak aku ngomong depan kamera sendiri lagipula aku kenal sama orang-orang TV. Tapi, kalau teman-teman kakak kan datang kerumah. Duuuh!"
Kak Rafa hanya menepuk pundakku dua kali lalu meninggalkanku. Aku mencari Lina keseluruh penjuru rumah tapi nihil. Akhirnya aku hanya duduk didepan jendela sambil meminum air putihku. Usiaku sebentar lagi 28 tahun tapi aku masih belum bisa beradaptasi dengan baik. salah satu alasanku tidak bisa bekerja disebuah perusahaan adalah karena aku selalu menyembunyikan diriku dihadapan orang lain, menggantikan diriku yang sebenarnya dengan pribadi yang lain.
Aku tidak tahu disebut apa sifatku satu itu tapi, aku menyadarinya. Aku merasa orang lain mengintimidasiku dan otak cantikku mentranslatenya sebagai serangan yang belum muncul. Aku tidak suka dilihat dari ujung kepala sampai ujung kaki. Rasanya selalu ada yang salah denganku dan aku tidak menyukai sensai itu.
Aku pernah dua tahun bekerja disebuah hotel dibagian sebuah restauran makanan laut setelah lulus kuliah. Banyak karyawan keuar-masuk perusahaan membuatku berkenalan dengan orang-orang terlalu banyak. Aku selalu merasa lelah bekerja seperti itu. Aku tahu ada yang salah dengan diriku, aku mengundurkan diri dan memulai usahaku sendiri. Sekarang akhirnya aku bisa sampai ditahap sebagai Celebrity Chef dan akan terus bekerja sendiri. Usaha restauranku dikelola oleh asistenku Lina. Aku tak ingin bertemu karyawanku. Aku hanya mengatur design dan memberikan resep baru melalui tangan Lina. Aku lebih suka bekerja seperti itu. Itu yang membuatku nyaman.
Aku merasa kursi disebelahku ditarik seseorang. Pasti Lina, pikirku. Tapi dugaanku salah, kakak keduaku Marvin yang duduk disebelahku. Perusuh yang selalu menyalahkanku karena kelakuan cerobohnya dan sialnya aku selalu bersamanya ssat dia melakukan kerusakan dirumah dan mengadukan diriku pada Mama.
"Ma! Maya rusakin gagang pintu" teriak Marvin suatu hari saat aku akan masuk toilet dan dirinya keluar dengan tak sengaja membuat gagang itu rusak. Pintunya jadi tidak bisa tertutup rapat. dia malah menatapku mengejek dan menjulurkan lidahnya.
"Maya! jangan rusakin barang lagi" teriak mama dari arah dapur
"Bukan ma! Kak Marvin yang rusakin"
"Enggak Ma! Maya yang rusakin"
"Gak usah bertengkar, Maya minta tolong panggil Pak Iman benerin pintu ya. Kak Marvin anter Mama ke rumah Tante Juli sebentar yuk! Buruan"

KAMU SEDANG MEMBACA
Inside Outside
RomantizmFollow sebelum membaca dan tinggalkan jejak setelah emmbaca *Bukan Terjemahan. Murni dari isi pikiran penulis* *Romance Fantasy* *Sorry banyak typo* When I read back our messages 8 years ago we used to be close each other. But, when we I see you rig...