1. Complicated Begin

29.8K 893 68
                                        

Welcome to Arsenio⭐️

Bayaran setiap penulis : vote, komen, dan follow

⚠️Terdapat kata kata kasar dan adegan yang tidak pantas ditiru dibeberapa part⚠️

PAGI hari ini sudah diawali dengan sesuatu yang buruk, sehingga seorang lelaki dengan paras menawan, sedari tadi, tidak berhenti mengomel dan berdecak—seraya menghisap puntung nikotin

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

PAGI hari ini sudah diawali dengan sesuatu yang buruk, sehingga seorang lelaki dengan paras menawan, sedari tadi, tidak berhenti mengomel dan berdecak—seraya menghisap puntung nikotin.

Dia Arsenio Aldebaran Kael. Orang-orang biasa memanggilnya Arsen. Si ketua Graventas—geng motor yang berkedok komunitas moge alias motor gede.

Kini, Arsen dan teman-temannya tengah berada di sebuah warung yang terletak persis di belakang sekolah. Warkop, begitu mereka menyebutnya—sebuah tempat yang sudah seperti markas, tempat mereka berkumpul hampir setiap hari.

"Ck! Brengsek," umpat Arsen. Ia mematikan puntung rokoknya dengan sedikit kasar.

"Ada ape sih sob? Marah-marah mulu." sahut Canva—si lelaki penuh canda dan tawa.

"Ya apa lagi kalo bukan cewek tadi, Va?" timpal Alan, terkekeh pelan. Matanya melirik Arsen.  Sedangkan yang dilirik hanya membalas dengan tatapan sinis bak ingin menelan Alan hidup hidup.

"Sok tau."

"Ya terus? Kenapa?" tanya Alan, meninggalkan permainan yang sedang berlangsung di ponselnya.

"Bukan urusan lo." ketus Arsen.

"Galak ah! Males malesss!" ledek Canva, seolah merajuk.

"Najis bego!" Kenzo yang baru balik dari kamar kecil pun ikut nimbrung. "Does anyone know her?" tanyanya.

"Her who?" tanya Alan.

"Cewek yang hampir diributin temen lu lah?"

"Anak pindahan."

Bukan. Bukan Alan maupun Canva yang menjawab. Melainkan si lelaki berwajah datar yang berada sedikit lebih jauh dari mereka—menghindari asap rokok.

Dia Harry.

Kenzo bertanya, "Lo kenal, Har?"

"She's friend of my friend." Mereka mengangguk paham dengan mulut yang kompak terbuka membentuk huruf 'O'.

"Udahlah! Ngapain ngebahas dia sih?" potong Arsen tajam, nada suaranya jelas tidak suka.

"Topik anget itu! Lebih anget daripada gorengan Budhe yang baru mateng, ihiy!" celetuk Canva, santai, seraya mengambil gorengan yang ia maksud.

ARSENIO [REVISI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang