⚠️SEBELUM MEMBACA LEBIH BAIK DI MASUKAN KE READING LIST ATAU DOWNLOAD DULU YA! JANGAN LUPA FOLLOW SEBELUM SEMUANYA!⚠️
⚠️TERDAPAT KATA KATA KASAR DAN ADEGAN KASAR YANG TIDAK PATUT DI TIRU⚠️
⚠️Terdapat kata kata kasar dan adegan yang tidak pantas ditiru dibeberapa part⚠️
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
PUKUL setengah tiga sore. Sekolah sudah sepi, parkiran mulai kosong, dan suara guru-guru pun menghilang satu per satu. Tapi bagi beberapa anak sekolah, pulang sekolah bukan berarti pulang ke rumah.
Dan seperti biasa, Arsen dan keempat sahabatnya mulai berkumpul di markas—sebuah rumah dua lantai di ujung kompleks yang lebih sering dipakai untuk nongkrong daripada ditinggali. Sofa mahal, meja marmer, dan TV layar lebar memenuhi ruang tamu. Semua terlihat fancy... sampai lima menit setelah Kenzo dan Canva masuk.
Hari ini, markas bahkan lebih berantakan dari biasanya. Ring light berdiri di tengah ruangan, tripod menghalangi jalan, dan speaker Bluetooth memekakkan telinga.
"Ke kanan, cok!" teriak Canva sambil mengikuti beat lagu TikTok yang sedang viral.
"Kiri dulu, bego! Lo kebalik!" balas Kenzo, keringat mulai muncul di pelipisnya.
"Aduh! Kaki gue jangan lo injek, kriwil!" protes Canva, pada salah satu adik kelas yang mereka ajak membuat vidio.
"Ya maap, kagak keliatan, Bang!" Satria tetap joget tanpa berhenti.
Mereka bertiga bergerak asal, kadang sinkron, kadang seperti orang kesurupan. Sementara itu, Alan, Harry, dan Arsen duduk santai di sofa, menonton dengan ekspresi antara geli dan miris.
"Aku dah lupa tak ingat lagi~" nyanyi Canva keras-keras, terlalu menikmati perannya.
Bruk.
Kenzo tiba-tiba tersungkur ke lantai karena Canva berputar terlalu semangat dan tidak sengaja mendorongnya.
"BANGSAT! Bisa gak sih lo joget tanpa nyeruduk orang?!" Kenzo mengumpat sambil meringis, posisinya setengah terlentang dengan kaki terlipat aneh.
Ruangan langsung dipenuhi tawa.
"HAHAHAHA! Anjir, jatohnya aesthetic banget, Zo!" seru anggota graventas lain yang berada disana. Ia malah tepuk tangan, bukannya nolong.
"Astaghfirullah, lo ngapain selancar di sini? Di koreo gak ada yang begitu, bego!" ucap Canva, terkejut, sambil akhirnya menarik tangan Kenzo.
Satria menggaruk kepala. "Emang jogetnya ada yang begitu, Bang?"
"Enggak, tapi dia selalu improvisasi kayak orang kesurupan," jawab Canva santai.
Kenzo berdiri, langsung mendorong dada Canva pelan tapi kesal. "Lo yang dorong gue, sialan!"
Canva menjauh sedikit dengan ekspresi jijik. "Mau banget kayaknya gue sentuh. Ew. Please, gue masih straight ya."
"Najis!" Kenzo menunjuk muka Canva. "Lo mau joget apa moshing, hah?"