Yeonbin
Book ini terdiri tadi 2 bagian, yang pertama Not What It seems yang menceritakan tentang soobin dan Dominant Alpha yang menceritakan tentang yeonjun.
Mereka pikir soobin itu hanya omega biasa seperti yang lain
#6 in yeonjun 210126
#1 in omeg...
Tidak ada yang tau tentang hati manusia. Karna yang terlihat baik di luar, belum tentu baik di dalam.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dominant Alpha 21
Omegaverse, Action, Thriller, Romans - Rated T-M
● ○ ●
Don't forget to vote and comment to support this story and appreciate my work
● ○ ●
Sanha menatap sekitarnya yang terlihat begitu senggang sebab jam yang telah menunjukkan pukul 2 pagi. Tempat ini benar-benar sepi tanpa adanya intensitas manusia kecuali dirinya.
Hanya orang bodoh yang akan ke taman di pukul 2 pagi sendirian tanpa memakai pakaian hangat di saat musin dingin akan tiba. Dan tuan muda yoon adalah salah satunya.
Aku tidak akan membelanya karna memang dia bodoh.
Sanha memejamkan matanya sembari menikmati hembusan angin dingin yang menerpa tubuhnya, yang hanya terbalut kemeja putih kebesaran dengan celana bahan hitam yang membungkus sepasang kaki jenjangnya.
Masih belum berniat pergi meski tubuhnya sudah sedikit menggigil kedinginan. Sepasang netra gelap itu menatap air danau yang terlihat begitu tenang di depan sana.
Mengacuhkan segala rasa dingin yang menggerogoti tubuhnya dengan perlahan. Hingga rasa hangat itu hadir, melingkupi tubuhnya yang terasa begitu kecil dalam dekapan hangat seseorang.
Tubuhnya bergerak cepat, mencoba melepaskan diri meski percuma. Kepalanya di tolehkan paksa dengan sesuatu yang lembab dan hangat melingkupi bibirnya.
Bergerak begitu lembut dan pelan, dengan satu tangan memeluk perutnya sedang yang satu lagi, menutup kedua matanya hingga ia tidak dapat melihat apapun.
Tubuhnya memberontak, mencoba melepaskan diri dari seseorang yang tengah menikmati bibirnya. Memberi lumatan-lumatan lembut dengan sesekali menggigit kecil. Membuat bibir tipis itu memerah bengkak akibat ulahnya.
Sanha mengatupkan bibirnya rapat. Tidak membiarkan orang itu memasukkan lidahnya meski lidah hangat orang itu sudah berkali-kali memberi isyarat untuknya membuka mulut.
Bibirnya di gigit kuat namun tidak membuat sanha membuka mulutnya sedikitpun. Sampai tubuhnya di balik paksa dengan kedua tangan yang di cekal di balik tubuh.
Ia di tekan pada sebuah batang pohon, membuatnya tidak dapat melihat dengan jelas rupa orang itu.
Tangannya bergerak-gerak, mencoba melepaskan cekalan orang itu yang terasa begitu kuat. Tidak terlepas sedikit pun meski ia telah berusaha keras.