Lee Juyeon, adalah seorang vampire yang abadi, berusaha mengubah dirinya sendiri menjadi manusia biasanya seutuhnya. Akankah dia bisa?
WEREVAMP READY TO STARTED
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
~||~
"Ah sial, gw ketinggalan lagi. Duh gimana dong".
Dia, Lee Juyeon.
Mahasiswa semester akhir jurusan teknik, sedang menahan kesal karena terlewat bus terakhir malam ini.
"Udahlah pulang malem, bus terakhir ketinggalan lagi, gila kali gw..."
Terbesit satu kenyataan diotaknya.
"Lah anjir gw kan bisa teleport njir, kek makhluk susah aja deh".
Juyeon bangkit dari duduknya dan bersiap untuk teleportasi ke rumahnya. Namun dia mengurungkannya.
"Hah gabisa deh, mending jalan kaki aja".
Juyeon memutuskan meninggalkan halte bus dan berjalan kaki menuju rumahnya, walau jarak dari kampus sampai ke rumahnya terbilang lumayan jauh, tapi juyeon sudah terbiasa juga berjalan kaki malam-malam jika tidak ada bus lagi.
Tar berselang lama, juyeon sampai di depan rumahnya. Saat akan membuka pintu, juyeon heran dengan selebaran koran di depan pintu rumahnya.
Juyeon mengambil koran tersebut, duduk di teras rumahnya kemudian membacanya.
"Hah? Ga masuk akal banget beritanya".
Juyeon yang seorang vampire, hidup di era milenial seperti sekarang tidaklah mudah. Di mana tahayul masa lalu di bawa di era sekarang.
Yang juyeon baca dari koran tadi adalah tentang seorang remaja yang hilang. Hilang tak berjejak sama sekali.
"Werevamp..."
Gumam juyeon kala dia membaca bagian akhir di koran tersebut.
"Kemungkinan dia hilang karena perantara buat para vampire biar bisa jadi manusia kan?"
"Masa si gw ga percaya?"
Asik dengan pikirannya sendiri, bahunya ditepuk dari belakang oleh seseorang.
"Masuk, lo ngapain disini? Bahaya"
Itu kakak juyeon, Lee Sangyeon.
"Ah kak, ini gw liat koran ada berita manusia hilang, mungkin kabur soalnya mau dijadiin perantara buat werevamp sih, ga masuk akal banget kan?"
Sangyeon mengernyitkan kedua alisnya, ikut terheran.
"Masa si, coba sini gw liat"
Setelah sangyeon membaca isi berita tersebut, dia ikut berfikir.
"Kemungkinan iya sih, tapi ini era milenial, ga mungkin kan ada tahayul ginian, udah lama loh percobaan kek gini dimusnahin"
"Udah lah, ayo masuk. Keburu orang dewan liat kita bisa bahaya"
Juyeon dan sangyeon memutuskan untuk masuk ke dalam rumah mereka. Yeah, karena mereka takut keberadannya diketahui oleh dewan petinggi yang mengincar keberadaan mereka.
Diseberang sana, ada seseorang yang sedari tadi mengintai mereka berdua lewat balik pohon yang digunakannya untuk bersembunyi.