Episode 34

2.7K 322 10
                                        

Tokyo Revengers © Ken Wakui
Story © a_aufa97
1035 words

~~•~~

Melirik talemichi lalu draken menjawab. "Ini, foto pendiri Toman. 'Untuk Ryuguji Ken dimasa depan. Apa kabar mu? Apa kau masih bermain motor? Apa kau sudah menikah? Kau sudah punya anak? Apa kau masih mengikuti Mikey? Aku sampai di persimpangan hidup ku. Toman sudah berpisah. Aku tidak keberatan dengan keputusan akhir. Aku mengatakan itu di depan semua orang. Aku sangat menyesalinya sekarang. Aku hanya punya Toman, aku tidak yakin jika semua orang mempunyai rasa yang sama. Aku gelisah, menangis, tapi aku yakin. Mikey lebih menderita. Jadi aku hanya menulis penyesalan ku disini, hanya tumbuh dewasa. Tapi ingatlah, apapun yang terjadi kau harus tetap berada di sisi Emma dan melindunginya' ya... Aku tau itu" ucap draken, muncul semburan merah di pipi emma.

Draken tersenyum, "Sekarang. Orangnya mungkin tidak ada di sini, tapi... Mau melihat suratnya?" tanya draken.

"Untuk ku di masa depan," Takemichi mulai membaca. "Dalam 12 tahun, aku bertanya-tanya apa yang sedang ku lakukan? Ku sendiri bahkan tidak tau. Tapi aku tau, Mitsuya pasti akan menjadi perancang busana. Dan karena Hakkai sangat mengagumi Mitsuya, dia pasti akan mengikutinya. Pah pasti akan mewarisi usaha kedua orang tuanya. Pe juga, akan selalu mengikuti Pah. Kalau Smiley dia pasti akan melakukan hal hal yang gila. Lalu dia akan baik baik saja jika Angry selalu bersama nya. Dan, hanya ada satu pilihan untuk Kenchin. Dia pastinya akan memiliki toko sepeda motor. Dan Chifuyu, Baji, dan Kazutora mereka pasti akan melakukan sesuatu bersama-sama. Lalu Kau, Hina, dan (Name). Jika kalian tidak bahagia, maka aku akan membunuhmu. Membubarkan Toman bukan hanya untuk masa depan mu Takemichi. Tapi juga untuk yang lain. Toman bukan tempat yang tepat untuk membuat kalian dewasa. Jadi, semuanya berpetualang lah untuk mencari kehidupan kalian. Aku juga akan mengejar pengalaman ku sendiri untuk mencari apa yang penting bagiku selain (Name). Dan aku, mungkin tidak akan bertemu kalian lagi. Tapi kalian mengerti kan? Tidak perduli seberapa jauh kita berpisah, kita akan selalu terhubung. Ah! Tolong jaga (Name) saat aku tidak ada! Dia adalah orang yang sangat kucintai. Kalau dia tergores sedikit saja. Aku akan membubuh kalian loh ahaha" ucap takemichi, kini air matanya mengalir deras begiru pula yang lain.

Kedua tangan Takemichi bergetar, "Maafkan aku... Mikey-kun..." ucap takemichi di sela tangisannya.

Hinata berjalan ke arah takemichi lalu memegang tangannya erat. Takemichi menoleh ke arahnya, hinata juga membalas Tatapannya dengan mata sendu dan air mata yang menetas lalu tersenyum, "Kau sudah melalukan yang terbaik, takemichi-kun" ucap hinata.

"Baiklah... Sekarang tinggal surat milik... (Name)..."

Emma mengambil surat milik (name), lalu sebelum membaca ia menghela nafas beras tangannya gemetar.

Namun, draken yang peka langsung memegang tanganya, "Tenanglah, aku ada di sini" ucapnya, Sial! Sepertinya virus bucin atara Takemichi dan Hinata mulai menyebar ke Draken dan Emma!

Semburan merah muncul di pipi emma, namun langsung ia tepis semua itu dan mulai mebaca suarat (name), "Baiklah... Aku mulai... 'Yo! Aku tau bukan aku yang akan membaca surat ini hehe, karena saat itu tiba aku pasti sudah tidak ada, benar kan? Tentu saja aku tau! Aku ini (Name) sang gadis maut! Mana mungkin aku tidak mengetahui maut ku sendiri ahaha! Jadi... Apa kalian baik-baik saja? Kalian tidak menangiskan saat aku pergikan? Ya... Aku tau pasti saat ini kalian sedang marah padaku bukan? Tapi jujur... Aku benar-benar tidak ingin membuat kalian kesusahan lagi karena diriku... Kalian sudah memikul beban dengan janji yang kalian buat dengan Ryuu. Bagiku itu sudah cukup, saat ini, detik ini, kalian bisa melupakan janji itu dan hidup dengan bebas tanpa harus selalu menjagaku. Lupakan semua tentangku, hiduplah dengan jalan kalian masing-masing, jangan pedulikan aku. Jangan terlalu sering memikirkanku. Aku tidak mau membuat kalian sedih. Hiduplah dengan baik. Aku akan terus mengiringi tiap langkah kalian. Dan juga, Aku sudah bahagia kok saat melihat senyum kalian! Tetaplah tersenyum, tetaplah bahagia, tetaplah ceria, dan tetaplah tertawa tanpaku. Lupakan semua tentangku... Itu hanya akan membuat kalian menderita! Bahagialah... Hanya itu permintaanku!' (Name)-chan... Hiks..." tangisan emma pecah di pelukan draken, sejak di awal membacakan surat milik (name), suara sudah gemetar menahan tangis.

Tapi tak hanya emma saja... Semua... Ya semunya menangis... Saat ini hanya terdengar suara tangisan... Hanya itu...

"Bagaimana bisa si bodoh itu berkata untuk melupakannya?! Dia bahkan selalu muncul di mimpiku!!" kesal baji.

Namun perkataan baji mewakili semua orang yang si sana. Ya... Mereka semua selalu memimpikan (name), dan sedangkan dia menyuru untuk 'melupakannya' dengan semudah itu.

(Name) pikir mereka semua bodoh? Yang akan melupakan dia dengan semua kenangan indah yang mereka lalui bersama denganya?!

= = =

Takemichi sedang duduk di arena bowling. Pistol mendarat pada kepalanya yang pasti pelaku nya adalah Sanzu.

"Jangan bergerak" Sanzu berucap kala melihat pergerakan dari takemichi, "Bos ingin bicara. Dengarkan dia" sambungnya.

Mikey duduk di belakang kursi takemichi, "Masa depan yang bagus bukan? Jadi, kau punya sesuatu untuk di tanyakan?"

"Ini." Surat undangan di tunjukan Takemichi, "Aku ingin memberi mu ini" sambungnya.

"Dan, apa itu?" tanya mikey.

"Surat undangan pernikahan ku. Aku ingin kamu datang apapun yang terjadi. Semuanya baik baik saja, seperti yang kau janjikan 12 tahun lalu. Semua orang termasuk Hina, semua orang, kecuali kau... Dan (Name)-Chan..."

"Hei tutup mulutmu" ucap Sanzu.

"Bisakah kau meninggalkan kami berdua Sanzu? Aku ingin bicara dengannya. Hanya kami berdua" perintah mikey.

"Mengerti, aku akan menunggumu di bawah." jawab sanzu.

"Mikey-kun sebenarnya impulsif ini apa? Ku pikir alasan mu menjauh, karena Kisaki. Tapi, sepertinya bukan itu alasannya. Apa yang kau bicarakan di vidio itu?" tanya takemichi.

Hening...

Takemichi kembali membuka suata, "Aku tidak lagi bisa mengulang waktu dengan berjabat tangan. Karna aku telah memenuhi keinginan ku untuk menyelamatkan Hina. Itu semua berkat mu dan (Name)-Chan. Tak apa, kau tak perlu mengatakan apapun. Aku mengerti. Masa depan ini berbeda, karena kau dan (Name)-Chan melindungi semua orang" ucapnya, Takemichi mulai berdiri. "Oleh karna itu sekarang giliran ku, Untuk menyelamatkan mu" sambungnya menatap mikey.

Bang!

Bang!

Bang!

Mikey menembak 3 peluru ke arah Takemichi, "(Name), (Name), (Name)! Itu semua salah Kalian, bukankah kalian ada di dekatnya? Tapi kenapa kalian tidak mengetahui penyakitnya?Aku tidak ingin bertemu dengan mu, Karena semuanya akan berakhir seperti ini. Perjalanan panjang mu berakhir disini. Dan aku akam menyusul (Name)" ucapnya lalu berdiri.

[A/N]
Jadi sudah tau kan kenapa (Name) gak pernah menanyakan masa depannya kepada Takemichi? Nih, Bagi yang belum ngerti bakal Aufa jelasin. Alasan kenapa (Name) gak pernah menanyakan masa depannya, karena dia sudah tau kalau dia akan mati oleh penyakitnya. Kok bisa? Dikarenakan penyakit jantung koroner tidak dapat disembuhkan total(◕ᴗ◕✿)

~~•~~

T.B.C

26-November-2021

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

26-November-2021

MEMORIESCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang