chapter 3 Gibran

5.2K 534 90
                                        

   Menjadi anak broken home tidaklah mudah banyak hal yang bisa kau rasakan setiap harinya perasaan iri ,sedih dan kesepian membuat mu terbiasa untuk hidup mendiri dan jauh dari kata manja , bahagia , seringkali di anggap rendah olah orang lain itu pun sudah biasa

Kalau di tanya seperti apa rasanya tentu banyak hal yang aku rasakan betapa menyedihkannya diri mu betapa rusak nya diriku betapa hinannya diriku belum lagi perasaan kesepian dan di jauhi oleh orang sekitar

Aku masi butuh ayah dan ibu

Tapi mereka berdua lah yang merusak fisik dan mental ku tanpa rasa bersalah mereka merusak kebahagiaan ku ,perasaan tidak berdaya ,dimana aku lemah tanpa ada kekuatan untuk hidup

Tapi aku selalu memegang teguh ucapan ku yang satu ini membuatku semangat untuk menjalani hidup yang tidak layak ini

"Aku ini anak spesial ,yang TUHAN pilih untuk menjalani takdir ini , aku bahagia dengan jalan yang sudah di persiapkan "

------------

Aku melangkah enggan saat masuk ke rumah besar dan mewah itu , langkah ku semakin berat ketika kakiku hampir masuk terdengar suara gurcuan dari dalam rumah , suara tawa lepas dari seseorang yang ku kenal siapa lagi jika bukan ayah ku

Tawa yang tidak pernah terbagi untuk ku sedikit pun

Aku gugup ketika suara tawa itu tiba tiba lenyap saat menyadari aku masuk dalam rumah seakan aku adalah penyakit yang amat berbahaya yang harus di hindari

Lantai tiga rumah ini nampak sepi seperti biasanya , pasal nya hanya ada kamar besar milik ku dan balkon

Ayah memberikan fasilitas banyak untukku yang kemudian di pindahkan ke kamar seakan aku tidak boleh menganggu kehidupan keluarga baru nya

Aku melemparkan asal tas kerja ku ke atas ranjang ,Masi Dengan memakai baju kerja milik ku aku terduduk di lantai bersandar di ranjang dan mulai membuka topeng yang selama ini aku pakai dan mulai menangis

30 menit kemudian

Aku membuka mata ketika dering ponsel yang berbunyi tidak ingin berlama lama aku langsung mengakatnya tanpa menghapus air mata ku dan mulai memakai topeng ku kembali

"Halo ini Angel ? " Tanyak orang itu

" Y, siapa ? " Tanya ku

" Aku Bastian ,anak mami Tina sahabat papa kamu ,om putra " jelas nya

" Kalo kamu menghubungiku karena di suruh ayah ,lupain aja aku nggak niat buat kenalan apa lagi sama kamu , oke " unjurku sambil menahan air mata ku

" Tapi .."

Aku langsung memutuskan sepihak sambungan telepon lalu memblokir nya

Ayah ku lagi lagi menjodohkan ku supaya aku cepat pergi dari rumah ini ,ayah ku sendiri Haha hidup yang menyediakan

Tidak tunggu lama lama aku langsung keluar untuk menjumpai ayah tapi terlambat ayahku masuk ke kamar dengan seseorang sambil berbicara

Sebelum aku memanggil ayah,ayah langsung saja menoleh ke arah ku lalu berucap

" Saya akan pasang peredam suara ,biar suara mu itu nggak ganggu ketenangan keluarga saya "

Sebegitu aku tidak dinginkan oleh ayah kandungku sendiri ?

" Yah jangan semakin mengasingkan angel di rumah ini yah " ucap ku sambil menggigit bibir bawah ku setelah mengatakan itu

" Kamu memang orang asing di keluarga saya anak bajingan "

controlling lover  Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang