One Direction and Zayn M // end

3.2K 586 223
                                        

Zayn menjejakkan kakinya ke frat 1D, sambil memaksakan senyumnya, ia memencet bel, dan pintu pun dibuka oleh 4 orang yang berpenampilan urak-urakkan dengan kantung mata besar, dan hidung merah yang kembang kempis.

Mereka adalah, Louis, Liam, Harry, dan Niall.

Zayn tertawa parau, tersiksa melihat penampilan keempat teman hidupnya. "Hei."

"Masuklah," ujar Harry memaksakan senyumnya, saat Zayn memasukki frat, frat tampak sangat berantakkan, botol bir bahkan bertebaran dimana-mana. Lalu, Zayn berfikir, apa yang mereka lakukan?

"Kami mabuk, Zayn," jawab Niall serak.

"Apakah Liam mabuk juga?"

Harry terkekeh. "Sure, he's not."

Baguslah, Batin Zayn. "Oh."

"Jadi apa yang akan kalian katakan?" tanya Zayn, kemudian mendaratkan bokongnya ke sofa cokelat yang sedikit kotor--terkena tumpahan anggur, dan Zayn sangat bahwa sofa ini tempat mereka saling mengejek ataupun membuat lagu, dulu.

Louis bersuara, "Seperti yang kau ketahui, Zayn. Kami akan bubar."

"Tapi, kalian tidak bisa begitu, Directioner di luar sana pasti akan sangat terpukul."

Liam tertawa renya., "Dari saat kau keluarpun, mereka sudah sangat terpukul, Z."

"Tapi kalian tidak bisa begitu! mereka membutuhkan kalian!" bentak Zayn.

Tangan Harry mengepal, "Kau tidak tahu apa yang kami rasakan!"

"Tapi ini tak adil juga bagiku! Kalian pun tak tahukan, bahwa selama ini aku mengendap-endak memasukki konser kalian, dan selalu mencek twitter kalian, karena kalian tidak tahu, aku pun sangat terpukul saat itu."tutur Zayn menggebu-ngebu,

Mereka diam, "Kami tak pernah melihatmu."

"IYA! AKU MEMANG MEMBELI TIKET SECARA TERSEMBUNYI! AKU TAHU AKU NAIF!"

"Zayn, tapi—"ujar Louis terputus akibat teriakan Zayn.

"KENAPA KALIAN BEGITU EGOIS?!"

"Lalu kenapa kau juga begitu egois, Zayn?!"Liam membalas perkataan Zayn.

"Okay stop, guys!" Napas Harry memburu. "Selesaikan masalah ini dengan gentle," lanjut Harry.

"Baiklah, aku... aku hanya tak habis fikir, kalian begitu bodoh, mementingkan ego kalian, daripada jutaan manusia di sana yang pasti akan menangis sepanjang hari menangisi kalian, menangisi kita," tutur Zayn dengan air mata yang tiba-tiba menyeruak, suaranya menjadi dalam dan serak.

Mereka ber-empat terpaku, "Lalu kau?" tanya mereka berbarengan.

"Aku akan tetap menjadi aku, dan aku akan berusaha untuk menjadi sahabat kalian, lagi, dengan baik. Aku akan ada untuk kalian, tapi tolong, jangan hancurkan hati directioner, karena aku mencintai mereka semua."Zayn tertunduk lesu dan cairan bening itu menetes.

"Zayn?" Harry memegang bahu Zayn. "Baiklah."

Harry menatap sahabat-sahabatnya, memberikan sinyal untuk mereka, dan mereka pun menghampiri Zayn, kemudian berpelukan layaknya teletubies. Zayn mengernyit. Lalu berkata, "Hei, kalian belum mandi?"

--

"Bagaimana kalau dimulai dari konflikku dengan Simon?"

---



aNJIR JELEK BANGET MZ

Love a lots,

jodohnya harry aka zahra

emoticon ft. zouisTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang