Temannya.

2 2 0
                                        

Teng....teng...teng...

Terdengar suara bel telah berbunyi, pertanda kelas telah usai, aku pun bersiap membereskan kitab-kitab ku dan bergegas menuju kamar, karena setelah ini adalah kegiatan tahfid.

"haduhh mampus aku gurung apal, piye iki sil?kamu sudah hapal belum?". gerutu ku.

"ya belum to mbak, wong aku aja juga baru balik". jawab Sela.

Namanya Sela, aku biasa panggilnya Sil. Ndak tau enak aja manggil Sil hehe.

"Yowis tak ganti baju dhisik yo mbak". ucapku Sela padaku.

"Oke".

Kami berdua pun berangkat ke masjid untuk mengikuti kegiatan mengaji tahfid, karena sekarang hari Senin maka......

"Loh Sil, kita kan piket bikin unjuk'an". ujar ku panik.

"Lah iya ya, kok bisa ndak ingat".

Ini tidak terjadi sekali dua kali, aku dan Sela selalu lupa untuk membuat unjuk'an
Oh iya kalo di jawa , unjuk'an itu maksudnya minuman.

Akhirnya aku dan Sela bergegas dari masjid menuju kantin, disitu aku dapat melihat Reza baru selesai mandi mungkin. Karena dia tengah membawa gayung berisi peralatan mandi dan handuk. Wajahnya terlihat cerah, ndak kumus-kumus seperti biasanya. Ya wajar saja kan baru selesai mandi.

"Reza ketok ngganteng ya Sil nek mari adus". Entah dapat pikiran dari mana aku ngomong seperti itu. Aku merasa malu dengan Sela, masa naksir sama adik kelas. Modelan Reza lagi, Maa Syaa Allah.

Sela yang kaget pun hanya mengucap istighfar, "Astaghfirullah mbak nit, mripate sampean ditaruh mana to mbak? Kok bisa bilang Reza ngganteng?". Tanya Sela sambil mengelus dada.

"yo ndak tau Sil, tiba-tiba pengen aja ngomong gitu hehe". ucapku sambil cengengesan.

"Sudahlah, ayo mbak keburu habis antriannya. Nanti gak dapet urutan loh".ucap sela

Aku pun hanya mengangguk meng iya kan perkataan Sela, namun aku masih kepikiran Reza. 'Ikut Tahfid gak ya dia hari ini?' .jika tidak, aku siap menceramahinya lagi ba'da Maghrib nanti. Aku pun tersenyum penuh kemenangan, rencananya nanti kalau dia nggak hadir aku laporin ke mbak-mbak nya biar dia di pindahkan mengajinya dengan mbak Wafiq. mbak Wafiq orangnya tegas, kadang suka membentak kalo lagi marah, ngeri kan. Tapi sebenernya baik kok, kadang lucu juga.

....

Kegiatan tahfid hari ini telah usai, ku lihat Reza tengah berlari menuju kamar bersama temannya namanya Mubarok biasa di panggil Barok. Dia adalah teman dekat Reza, kemanapun ada Reza disitu selalu ada Barok. Kecuali saat ngaji atau madin, karena mereka beda kelas.

Oh ya, Barok itu orang yang disukai Sela. Dulu, mereka pernah dekat waktu kelas 9. Entah kenapa lama-lama mereka jadi jauh, aku tidak tau alasan pastinya. Dan sekarang Sela sedang menderita gagal muv on wkwkwk. Bodo amatlah, itu urusan mereka.

...

Hari pun menjelang sore, entah kenapa aku sudah tidak sabar lagi menunggu Maghrib, bukan karena aku sedang puasa tapi aku merasa ingin bertemu Reza.

.

Dan maghrib pun tiba, entah kenapa hari ini kelompok mengaji diganti. 'kok aku kecewa banget yaa, perasaan biasanya gini tapi biasa aja' . Yowis lah, aku yang bodo amat pun hanya diam saja tanpa ingin protes.

"mbak nitaaa, aku ngaji di sampean". teriak seseorang dari jauh.
Ternyata itu Nazwa, Nazwa adalah salah satu teman dekat ku dia sangat cantik, pintar juga sempurna deh pokoknya. Terkadang aku merasa iri dengannya, tapi yaudahlah biarin aja.

Kayanya, entar aku sama siapa yaa. Tetap sama Reza kah? Atau kedepannya ganti?
jangan lupa vote & komen yaa. Biar aku semangat. Kalo ada typo kasih tau aku yaa. Terima Kasih.

DILEMATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang