Sepasang kekasih itu memandang lukisan indah berwarna merah kekuning-kuningan hingga seperti emas yang diciptakan Tuhan. Deburan ombak saling berlomba untuk mencapai daratan sebelum kembali ke laut lepas, burung-burung berkicau untuk menyuarakan bahwa matahari telah selesai bertugas untuk hari ini dan tugas itu akan dilanjutkan oleh sang ratu malam.
Ini adalah surga di dunia nyata. Semua orang akan mengakui itu, termasuk sepasang kekasih yang tidak mau melepaskan tautan tangan mereka sedetikpun.
Namun sang pria tampaknya tidak terlalu fokus dengan keindahan nyata didepan matanya. Tangannya yang lain masuk ke dalam kantong celana selututnya dan meremas sebuah kotak mungil disana.
Otaknya berpikir apakah ini adalah waktu yang tepat?
Namun matanya kembali melirik wanita yang berada disebelahnya, kekasihnya itu masih menikmati pemandangan cantik di depan mereka, membiarkan sapuan angin lembut menarikan untaian rambut panjangnya hingga sang pria kembali terpana.
Kekasihnya ini sangat cantik.
"Kim Bum, kau melamun?" suara halus sang kekasih mengudara, pria yang bernama Kim Bum itu sontak tergagap karena kedapatan sedang mengagumi kecantikan kekasihnya.
"Ti-tidak, ma-maksudku ya... Oh! Tidak!" jawabnya terbata yang membuat tawa sang kekasih kembali mengudara.
"Jawaban macam apa itu? Kenapa kau terdengar gugup? Apa kau melakukan kesalahan sehingga kau mengajakku kemari dan ingin memberitahuku?" tanya sang wanita dengan tenang.
Kim Bum menatap lekat mata cokelat sang kekasih, tangan yang tadi tersembunyi di dalam kantong celana perlahan keluar dan memegang tangan lainnya sang kekasih, kini mereka saling berhadapan dengan kedua tangan yang saling bergengaman erat.
"Aku... Ada sesuatu yang harus kuberitahu..." kata Kim Bum dengan suara yang sudah ia usahakan normal dan tidak gugup.
Sang kekasih memiringkan kepala bingung, apalagi ketika Kim Bum tiba-tiba berlutut dan mengeluarkan sebuah kotak mungil dari kantong celananya.
"Kim So Eun, aku tahu aku bukanlah pria yang sangat baik dan memiliki banyak kekurangan. Tapi kau sudah menjadi semangatku untuk menjadi lebih baik. Karena itu jangan membuatku merana dengan menolak ini. So, will you marry me?" tanya Kim Bum lancar dan membuka kotak mungil itu.
Sang kekasih yang bernama lengkap Kim So Eun menutup mulutnya yang terbuka, ditatapnya kagum cincin perak dengan berlian kecil tepat ditengah-tengah lingkaran itu.
Ia tidak pernah menyangka hari ini akan tiba juga untuk dirinya. Sang kekasih yang menawarkan hidup bersama sehidup semati.
"Are you really...?" So Eun tak bisa menyelesaikan kalimatnya karena ia hampir tersedak oleh air mata kebahagiaan.
Kim Bum mengangkat kepalanya, memamerkan senyum manisnya, "Ya, So Eun. Will you marry me?" tanyanya sekali lagi. Walau ia sudah tahu pasti seperti apa jawaban yang akan diberikan So Eun tapi ia butuh kepastian, hanya satu kata saja.
"Tentu saja! Yes! Yes! Yes!" So Eun berhambur ke pelukan Kim Bum hingga mereka terjatuh ke pasir pantai, mereka berdua tertawa karena kekonyolan mereka hingga menjadi perhatian beberapa pengunjung pantai yang lain.
Kim Bum menarik So Eun agar mereka kembali berdiri. Diambilnya cincin dari kotak mungil itu lalu dimasukkannya ke jari manis So Eun, mengagumi cincin pilihannya yang sangat pas melingkar di jari lentik So Eun. So Eun tak bisa berkata apa-apa saat melihat cincin cantik itu telah bertengger ditangannya, ia merasa menjadi perempuan paling bahagia di dunia.
"Astaga, kenapa kau malah menangis?" Kim Bum tertawa kecil dan mengelus pipi berisi So Eun, menyingkirkan air mata yang terus-terusan jatuh dari mata cantiknya So Eun.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kim Bum-So Eun Short Story
FanfictionKim Sang Bum x Kim So Eun Kumpulan short story Kim Sang Bum-Kim So Eun di sini Berbagai genre dan ending akan disuguhi di dalam ceritanya Jangan lupa untuk memberikan vote and comments untuk cerita ini yaaa.
