halo semuanya, selamat datang di Hi-Caderon. Ini merupakan cerita pertama aku, dan semua yang aku tuangkan disini merupakan Ide dari Imajinasi aku sendiri, dilarang keras untuk melakukan plagiarism!
aku akan sangat senang jika kalian menjadi readers yang aktif, dengan memberikan feedback berupa bintang dan comment disetiap tulisan-tulisan aku. ini akan membuat aku semakin rajin untuk update!
TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG DAN BERLABUH DIDUNIA AKU.
SELAMAT MEMBACA, CARDION's!
🐠🐠🐠
| The Caderon, half Our breath |
Tangan kecil itu bergerak heboh, sedang Joran yang ia pegang bahkan terlihat lebih besar dari pada tubuhnya sendiri, ia melirik antusias kedalam air sungai yang arusnya tidak begitu deras, "ikan! ikan! ikan!" ujarnya sangat antusias.
"Ya! Joel!" seorang pemuda manis berteriak dari arah belakang, ia terhalang semak-semak jika dilihat dari arah si manis yang dipanggil Joel itu. Ia berkacak pinggang, ini sudah hampir empat jam lamanya sejak ia meninggalkan si manis yang tengah memancing itu.
Ia menggenggam erat Joran ditangannya, "Aaaaa... sebentar lagi! Joel janji 5 menit lagi!" ucapnya dengan tatapan penuh harap. Ia sudah berdiri empat jam dan belum ada satupun ikan yang datang kepadanya. Bibirnya mengerucut lucu dan sepertinya pemuda yang tadi memanggilnya sudah pada batasnya—Shione Erleight menghampiri Joel Naveah dengan langkah menggebu-gebu dan ketika ia berhasil berada dihadapan Joel, ia berkacak pinggang, lagi.
"Aku tahu kau sangat menyayangi ikan-ikan bantet mu itu, tapi hari sudah mulai gelap dan kau telah berdiri selama empat jam disini! Yak! Apa kau benar benar ingin aku membakar alat pancingmu itu?!"
Si manis Joel mengerang lucu, menghentakkan kakinya lantas menatap Shion dengan tatapan bak anak anjing malang, "aku belum mendapat satu ikan pun..." lantas, jidatnya mendapat satu jitakan penuh kasih sayang dari pemuda bersurai blonde itu dan yang mendapat jitakan hanya mengaduh dengan manik berkaca-kaca, "jika aku tidak menghampirimu, kau akan berada disini selama sepuluh jam!! Ayo pulang!" Joran yang digenggam erat itu diambil alih-secara paksa tentunya, dan si manis bersurai coklat itu harus merelakan kegiatan memancingnya dan lantas mengikuti Shion dari belakang dengan langkah kesal.
'Huh! Lihat saja nanti! Joel akan menangkap sepuluh ikan!', ia memisuh dengan tekat yang kuat dalam hati, sedangkan Shion terus melangkah didepan dan menghiraukan raut kesal Joel, mereka harus segera pulang karena sudah waktunya jam makan malam dan sangat tidak sopan jika membuat anggota yang lainnya menunggu.
| The Caderon, half Our breath |
Panti Asuhan Jeonju, South Korea.
Suasana mulai ramai ketika jam makan malam tiba, semua yang berada di Panti itu berkumpul setelah menjalani hari panjang yang melelahkan, tak terkecuali Joel dan Shion yang telah berganti pakaian, setelah insiden menjemput si manis Joel yang memancing hingga tak kenal waktu.
Makan malam mereka seadanya saja, menu nya tidak mewah namun cukup untuk mengganjal perut hingga hari esoknya, ditambah suasana hangat layaknya keluarga membuat makan malam sederhana itu menjadi luar biasa. Panti Asuhan Jeonju itu awalnya sangat ramai, berisikan anak-anak dari berbagai kalangan usia, namun sekarang hanya tersisa tiga beserta ibu panti yang sudah lanjut usia.
Joel mengambil Dakgalbi lantas memakannya dengan lahap, disebelah kirinya ada Shion yang juga tengah mengambil Kimchi, "besok-besok tinggalkan saja dia di sungai itu, biar jadi ikan buntel!" ucap pemuda bersurai hitam dengan manik mirip kucing yang duduk disebelah Shion—orang itu adalah Juleric Saint, ia berwajah sama manisnya dengan Joel dan Shion, tetapi kalimat yang dilontarkan bisa saja tidak semanis perawakannya.
Ia menatap kesal saudara-saudaranya, maniknya menatap tajam sedang mulutnya menggembung lucu kanan dan kiri karena sedang mengunyah, jahat sekali pikirnya.
Hobinya yang satu itu jika ditilik lebih lanjut memang telah menjadi obsesi yang besar bagi Joel, memancing telah menjadi kesenangannya sejak ia masih kecil, ia memiliki banyak kenangan bersama kedua orangtua nya saat memancing dulu.
Manik itu mengerjap polos, "besok aku akan mendapatkan ikan untuk makan malam!" dengan cengiran lebar yang sukses membuat kedua orang ditempat itu mengalihkan tatapan, pura-pura tidak mendengar saja, sebab itu bukan kalimat pertama yang diucapkan oleh si manis, melainkan kalimat kesembilan puluh sembilan kalinya.
"Aku telah menantikan ikan mu untuk makan malam sejak aku sekolah menengah, dan sekarang aku sudah menduduki perguruan tinggi bodoh!" ucap Juleric kesal, inginnya untuk menenggelamkan bocah itu ke sungai, tapi dia sayang.
Mereka bertiga memang besar bersama di Panti Asuhan yang sama, jadi tidak heran jika mereka sudah sangat mengenal satu sama lainnya, seperti saudara kandung. Jika dibandingkan dengan Shion dan juga Juleric, Joel adalah yang paling lugu dan polos, dengan otak yang sembilan puluh sembilan koma sembilan persen isinya memikirkan ikan-ikan di air. Namun, ia tidak sepolos itu, mengingat usianya telah beranjak sembilan belas tahun, dan tahun ini dua puluh.
Sedangkan Juleric dan Shion yang memang sudah tidak polos–maksudnya, lebih tidak polos dari pada Joel memang kerap kali waspada untuk menjaga si manis, 'sangat mudah untuk diculik!' tegas mereka berdua.
Makan malam itu diakhiri dengan mereka yang beranjak menuju kamar masing-masing, Juleric melanjutkan tugas kuliahnya, Shion dengan rancangan gambar design bajunya, dan Joel dengan alat melukisnya.
🐠🐠🐠
HAI! BAGAIMANA DENGAN FEELS PERKENALAN DARI TOKOH UTAMA KITA?
UCAPKAN SALAM PERKENALAN KALIAN UNTUK JOEL NAVEAH.
UCAPKAN SALAM PERKENALAN KALIAN UNTUK SHIONE ERLEIGHT
UCAPKAN SALAM PERKENALAN KALIAN UNTUK JULERIC SAINT.
UCAPKAN SALAM PERKENALAN KALIAN UNTUK AUTHOR 🪿
TERIMAKASIH TELAH MEMBACA, NANTIKAN PART SELANJUTNYA YA! ❤️

KAMU SEDANG MEMBACA
the CADERON [HEEJAKEHOON]
Romanceㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ Joel Naveah-seorang pemuda manis yang lugu harus rela terjebak didalam manik gelap milik dua laki-laki gila bersaudara-Hazeel Caderon dan Sholon Caderon. Kisah rumit milik Joel seakan mendatangkan obsesi...