Satu: Pembuat onar

168 23 11
                                        


              Haruto menghela nafas panjang sebelum memasuki gerbang sekolahnya, ia berdoa agar hari ini ia mendapatkan nilai yang bagus meski itu tidak mungkin, semoga dunia baik hari ini agar haruto tak merasakan rasa sakit seperti kemarin

Sesampainya dikelas, ia melihat bangku dan kursinya penuh dengan kertas yang berisi rumus-rumus fisika dan ia yakin ini adalah ulah yerika, cewek rese yang iri dengan kepopuleran haruto

"Yaampun haruto! Gue tau lo goblok tapi ya nggak harus gini juga kalik" terdengar tawa puas dari yerika setelah mengatakan itu semua ke haruto

Haruto tidak tinggal diam, ia segera meremas kertas-kertas itu lalu membuangnya ketempat sampah dan berjalan menghampiri yerika yang saat ini memandangnya dengan senyum puas

Plakkk

Suasana kelas mendadak ricuh kala haruto menampar wajah mulus yerika, senyum haruto mengembang ketika melihat gadis itu merintih kesakitan

"Apa maksud lo nampar gue?" Bentak yerika dengan kedua matanya yang memanas

"Gue tau lo pasti pelakunya kan? Gak usah bohong, gue udah tau sifat busuk lo dari dulu. Ternyata lo emang belum berubah ya rik?" Kata haruto lantas mendecih

"Dan satu lagi, nggak usah macem-macem sama gue! Atau urusannya bakal panjang" ujar haruto dan pergi dari kelas

Sedangkan yerika menggertakkan giginya kesal, ia tak terima haruto menamparnya tadi

"Awas aja lo, gue bakal bikin hidup lo lebih menderita haruto"

Jam pelajaran pertama dan kedua telah selesai, haruto memandangi kertas lembarannya dengan tatapan nanar

"20 lagi? Bakal abis gue malam ini"

Haruto segera meremat kertas lembaran itu sebelum ada anak lain yang mengintip, deru nafasnya tak karuan ketika membayangkan kejadian kemarin terulang lagi atau mungkin bisa lebih parah

"Kantin to" ajak junghwan sahabat haruto sembari merangkul pundaknya

Terlihat haruto menggeleng lalu mengeluarkan sekotak bekal dari dalam tas nya

"Oh bawa bekal ternyata, yaudah gue ke kantin duluan ya bye" haruto mengangguk dan mulai membuka tutup dari kotak makannya itu

Suapan pertama sangat nikmat

Suapan kedua juga begitu

Hingga di suapan ketiga ia merasakan kerah seragamnya ditarik oleh seseorang

Kim doyoung

"Lepasin" bentak haruto sembari menyingkirkan tangan doyoung dari kerah seragamnya namun tidak bisa, doyoung semakin mengeratkannya lantas bersmirk

Tangannya terkepal dan segera meninju pipi haruto yang kemarin mendapat tamparan dari sang papa

Haruto segera membalas pukulan doyoung

'BUGH'

'BUGH'

'BUGH'

tubuh doyoung mulai tumbang karena haruto memukulnya dengan keras, semua yang berada dikelas segera menghambur mendekati doyoung dan membawanya ke uks

Haruto mendecih dan kembali menuju bangkunya, menghabiskan sisa makanannya sebelum bel masuk berbunyi

Dear Semesta, Watanabe Haruto√Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang