pertemuan

11 1 0
                                    

"Bahwa tujuan dari setiap pertemuan adalah untuk menyambut pepisahan"
.
.
.
.

"Huhhh...hari ini melelahkan."

"Ya lu benar, karna ada materi tambahan jadi wajar aja." Ucap Veno membenarkan perkataan temannya itu. Sebut saja namanya Nabil.

"Eh, Ven! Lu nggak mau ikut audisi musik bulan oktober nanti?" Tanya nabil.

"Entahlah.'" jawab Veno tanpa berbalik menatapnya. Ia hanya fokus membersihkan peralatannya dan bergegas pulang.

"Hah.... gue harap lo bisa ikut audisi itu." ucap Nabil dengan helaan nafas di awal kalimatnya.

"Hmmm.... oke gue duluan." Kata Veno kemudian berbalik dan berjalan menjauh.

"Bye!"

.
.
.

Veno pov:

Aku bergegas pulang mengendarai motor ku, ku lihat jam di tangan ku menunjukan pukul 14:40 am WIB.

Sesampaiku di rumah, aku menekan bel beberapa kali namun tak ada yg menjawab. Aku menghela nafas mungkin ibuku sedang keluar. Ku buka pintu dengan kunci cadangan yg memang selalu ku bawa atas perintah ibuku. Aku bergegas naik kelantai dua dan mengganti pakaian ku kemudian turun ke lantai bawah dan menuju ke dapur.

Saat di dapur aku melihat secarik kertas yg tertempel di kulkas. Aku meraihnya dan ternyata itu pesan dari ibu. Ia mengatakan kalau dirinya keluar karna akan menjenguk teman lamanya yang sedang sakit, ia juga mengatakan bahwa makanan ada di meja makan dan yang di kulkas hanya perlu di panaskan.

Aku memanaskan makanan di kulkas karna memang aku kurang suka makanan yg sudah dingin. Setelahnya aku makan sambil memainkan hpku.

.
.
.

Kini aku berada di kamarku, aku ingin beristirahat tapi sepertinya mataku tak bisa terpejam. Karna aku luang, jadi aku memutuskan untuk bermain gitar dan menulis lagu. Yah, itu salah satu hobiku.

Di pertengahan menulis tiba tiba saja aku merasa bosan dan sulit untuk berpikir.

Aku berpikir sejenak, karna aku sudah lama tak bersantai, jadi aku memutuskan untuk jalan-jalan keluar rumah untuk bersantai dan menikmati pemandangan di sebuah taman yg tak begitu jauh dari rumahku.

Veno pov end-

Disebuah taman yang tak jauh dari rumahnya, Veno berkeliling sekedar menikmati pemandangan disana. Langkahnya terhenti saat melihat seorang gadis yang tengah berputar di kelilingi oleh anak anak kecil yg membentuk lingkaran dan bernyanyi. Mereka terlihat begitu indah di mata orang-orang di tambah lagi daun yg berguguran di tiup angin menerpa dan seolah ikut menari bersama mereka.

Veno terus memandangi gadis itu sampai ia tak sadar bahwa gadis yang ia pandangi tengah berada tepat di hadapannya.

"Hai! Namaku lia, ayo berteman!" seru gadis itu.

Veno yg dari tadi melamun lansung kaget di buatnya.

"...." tak ada respon dari Veno, ia menatap gadis di depannya. Berfikir gadis di depannya ini bertingkah seperti anak-anak menurutnya.

"Ah...maaf karena mengagetkan mu. Dari tadi aku liat kamu melamun terus padahal udah aku panggil." Ucap Lia mengembungkan pipinya sedikit kesal.

"Hm." Jawab Veno singkat. Meski begitu ia sedikit menahan tawa melihat tingkah gadis yang memperkenalkan dirinya dengan nama lia.menurutnya gadis di depannya ini cukup imut dan menarik ?

"Huh...apa apaan itu harusnya kau menjawab ketika di ajak berbicara dengan orang"ucap lia

"Hmmm maaf" jawab veno singkat.

Tiba tiba suasana menjadi hening di antara mereka.lia,gadis itu tengah sibuk menatap damai anak anak kecil yang tengah bermain di sana.

"Namamu ?" Tanya lia namun dengan pandangan yg masih tertuju pada anak anak tadi.

"Veno" jawab veno singkat ia sedikit melirik ke arah lia.

"Hemmm jadi namamu veno yah,aku lia salam kenal"ucap lia kembali memperkenalkan dirinya.kali ini lia menoleh menatap veno dengan tersenyum tulus.

Veno sejenak terpaku dengan senyum gadis itu.
"Hmmm,bukan kah kau tadi sdh memperkenalkan diri" ucap veno.

"Hehe...aku tau tapi aku ingin" ucap lia dengan senyum yg terselip tawa di dalamnya.

Kembali hening,hingga beberapa anak kecil memecahkan keheningan itu dan menghampiri mereka.

"Kak lia ayo bermain lagi..."ucap mereka kompak.salah satu di antaranya menarik tangan lia

"Ehh...baiklah"

Veno menatap lia,gadis itu bangkit dari duduknya dan menghampiri anak anak lain dengan tangan yg masih bertautan dengan anak tadi.meraka kini tengah bermain dengan riangnya.veno terus memandangi mereka dalam hatinya entah kenapa ia mereka sedikit hangat dan senang.

Veno dapat melihat sesekali gadis itu menatapnya dan memberikan senyumnya.
.
.
.
Veno tersadarkan oleh bunyi panggilan dari hpnya.ia mengambil hp itu dari sakunya dan melihat siapa yg menelpon.di layar tertera kata "ibu" ia mengangkatnya.

"Halo "

"Iya ibu kenapa ?"

"Kau dimana veno ? Ibu sudah di rumah"

"Ahh itu aku di taman dekat rumah bu.aku sedang berjalan jalan.aku akan kembali sebentar lagi"

"Hmmm,baiklah.ibu tutup telponnya yah"
Ucap ibu veno,ia sedikit menyeringit mendengar kalau anaknya itu tengah berjalan jalan,seraca anaknya itu kebanyakan menghabiskan waktu di dalam rumah dengan alat alat musiknya.namun ia tak ambil pusing mungkin saja anaknya bosan.

"Iya bu"setelahnya veno meletakkan kembali handponenya ke saku.sejenak ia menatap kembali gadis yg tengah asik bermain dengan anak anak itu.kemudian ia pergi untuk pulang tanpa pamit.

Orang yg sama 🍂Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang