Annyeong gaiiss...
Im back..
Seperti yang aku bilang diseason sebelumnya, Aku ga bakal buat jadwal up..
Ada bahan aku up,ga ada libur dulu yee..
Hehehe
Maaf, tapi ini demi kewarasan saya..
okey lah..
.
.
.
Happy Reading Chingudeul
.
.
.
Hari ini kuputuskan untuk melepas semuanya. Rumah, perusahaan, dan juga semua harta kekayaanku, hanya untuk mencari Nara.
Sungguh, menahan rinduku padanya adalah hal yang paling berat ketimbang melepas itu semua. Rasanya dadaku sesak, ingin rasanya Aku memeluknya seperti dulu. Kalau saja sejak awal Aku membawa Nara ke Jepang , kurasa kami akan hidup bahagia sekarang.
"Semua itu karena Yoongi. Sialan." gerutuku pelan.
Tanganku mengepal kuat menahan emosi.
-
Brukk
Tatapanku beralih pada seorang pria yang baru saja menabrakku.
"Yak, berhati-hati lah. Gunakan matamu dengan benar." Ucapnya kasar.
"Sialan." Dengusku pelan.
Dia yang menabrakku namun marahnya malah lebih dariku.
"Fuck !!!" umpatku padanya seraya melempar tatapan tajam milikku.
"Mwo? Apa yang kau lihat dengan mata sialan itu? Menantangku?"
"...." Aku mempertahankan tatapanku. Lagi pula apa yang harus kutakuti darinya. Aku bisa saja menghabisinya. Itu hal yang mudah.
"Shibal."
Pria itu mulai mencengkram krahku lalu mengayunkan sebuah tinjuan kewajah kiriku.
"Haha. Dengan pukulan semacam itu kau pikir bisa mengalahkanku?" kekehku.
Sungguh, pukulannya seperti pukulan seorang wanita.
"Hei banci, kini giliranku."
Hanya dengan beberapa pukulan saja Aku mampu merobohkan pertahanannya. Kulampiaskan semua amarahku padanya, mulai dari rasa jijikku pada Soo Ah, dan juga kesalku ketika mengingat Yoongi yang sudah mengambil Nara dariku.
Ah, benar, Nara. Aku sungguh rindu padanya.
Aku menjadi tidak karuan ketika bayangan Nara terlintas dipikiranku. Rindu, marah, kesal, semua bercampur hingga tak mungkin lagi kubendung.
Aku yang tadinya hanya ingin bermain-main dengan pria tadi malah tanpa kendali terus mengayunkan tinjuku padanya.
Darah berceceran kemana-mana. Kurasa Dia sudah tak bernyawa.
Tak lama, datang sebuah mobil menghampiri kami.
Entah. Aku tak tahu siapa mereka.
"Apa yang terjadi?" tanya salah seorang dari mereka yang sudah turun terlebih dahulu.
Pakaiannya biasa saja, kurasa bukan polisi.
"Entahlah." jawab yang lain.
Mereka menghampiriku lalu bertanya singkat.

KAMU SEDANG MEMBACA
OBSESSION 2
ФанфикKisah semakin rumit setelah berita kematian Park Nara sampai ke telinga Kim Taehyung. Banyak hal yang tidak bisa ia mengerti sekaligus terima. Namun hal yang selalu Taehyung percaya hanyalah Nara yang masih hidup, walaupun entah dibagian dunia sebel...